EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Badan Pengusahaan Batam Rayakan 55 Tahun Pengabdian, Teguhkan Komitmen Majukan Ekonomi Batam

On 18.38



BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperingati Hari Bakti ke-55 dengan menggelar upacara dan syukuran pada Senin, (26/10/2026). 


Mengusung tema “Batam Maju, Investasi Melaju”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong peningkatan daya saing Batam.


Upacara berlangsung di pelataran parkir BP Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para Anggota/Deputi BP Batam, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, mitra perbankan, serta pegawai BP Batam.


Pada kesempatan pertama, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.


“Selamat Hari Bakti BP Batam yang ke-55 tahun! Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin untuk menjadikan Batam lebih hebat dan maju,” kata Amsakar.


Ia mengatakan, peringatan Hari Bakti harus menjadi pengingat bagi seluruh insan BP Batam untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.


Pada momen ini pula, ia memaparkan data-data makroekonomi pada semester 1 tahun 2026, antara lain realisasi investasi mencapai 39,9 triliun, peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapat 7,28 persen, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan lainnya.


Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan syukuran di Balairung Sari BP Batam. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian BP Batam selama 55 tahun dalam mendukung pembangunan dan perkembangan Kota Batam.


Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Amsakar dan Li Claudia. Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Pembina PIKORI BP Batam, Sri Soedarsono; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam, Hasimah Nyat Kadir; Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar; Ketua Otorita Batam Periode Tahun 2005-2016, Mustofa Widjaja dan Deputi Pengusahaan Sarana Periode Tahun 2015-2020, Nur Syafriadi; serta perwakilan Ikatan Keluarga Besar Purna Bakti Pegawai Otorita Batam/BP Batam (IPPOB-BP Batam).


Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan dan lomba hiburan yang diikuti masing-masing kedeputian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan ant pegawai dan lintas generasi yang telah berkontribusi dalam perjalanan BP Batam.


Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan momen ini merupakan manifestasi bentuk nyata rasa syukur BP Batam selama perjalanan usia yang sudah 55 tahun. Ia juga memaknai seluruh capaian selama BP Batam berdiri di Kota Batam sebagai kaca, untuk melihat apa yang telah dilakukan di masa lalu, apa yang sekarang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju di masa depan.


“Jadi Hari Bakti ini menjadi media kontemplasi, media perenungan, media untuk melakukan evaluasi diri, sebagai jalan ikhtiar kita untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Amsakar


Selain itu, ia juga menyoroti kinerja pelayanan air bersih, rumah sakit, dan ketersediaan pasokan listrik di Batam yang menjadi perhatian khusus. Ia optimis, seluruh permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dengan kerja sama yang intens antarpihak.


Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra juga menyampaikan kinerja BP Batam yang senantiasa bekerja dengan serius untuk mencari formulasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.


“Ayo bersama-sama kita bangun semangat baru, kita jadikan momentum 55 tahun ini untuk bergerak cepat, bangkit kembali, bertekad kuat, berlebih bersemangat, mempersembahkan kontribusi terbaik bagi negeri yang kita cintai,” pungkas Li Claudia Chandra.


Melalui peringatan Hari Bakti ke-55, BP Batam menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat iklim investasi. 


Semangat kolaborasi diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Batam tumbuh sebagai kawasan yang semakin maju dan berdaya saing.

Utamakan Kebutuhan Air Warga, BP Batam Buka Peluang Kemitraan Swasta dan Pemerintah

On 07.05



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan ketercukupan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya, di tengah fenomena cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan regional.


Merespons penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Nongsa, BP Batam telah menjalankan sejumlah mitigasi darurat guna menjaga ketahanan pasokan air bagi pemukiman warga.


BP Batam telah mengalirkan air dari embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku ke Waduk Nongsa.


Dilanjutkan dengan penguatan jaringan distribusi dengan pemasangan jaringan pipa interkoneksi antara jalur pipa distribusi dari Waduk Duriangkang dengan jalur distribusi Kawasan Nongsa. 


Pemasangan Mini Booster Pump juga tengah dilakukan guna menyiapkan penguatan aliran menuju kawasan elevasi tinggi dan ujung jaringan (end-line) seperti Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau (khususnya elevasi tinggi).


Selama penanganan berlangsung, SPAM meningkatkan frekuensi pengiriman air tangki ke pemukiman warga terdampak sebagai langkah darurat sementara.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa seluruh kapasitas infrastruktur air publik prioritas utamanya ditujukan untuk kebutuhan domestik warga.


“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).


Ariastuty memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air. Ia menjelaskan bahwa penurunan debit sumber air baku akibat tidak ada curah hujan di wilayah Nongsa, menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menjaga kontinuitas layanan.


Di sisi lain, peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi juga menuntut pengelolaan sumber air serta jaringan distribusi yang semakin optimal.


*BP Batam Respons Soal Kebutuhan Air Data Centre dan Wajibkan Investor Manfaatkan SWRO*


Ariastuty turut merespons soal kebutuhan air Data Centre untuk mendukung rencana investasi yang saat ini berkembang di publik.


“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).” Kata Tuty.


Ia menyebutkan, Kawasan Nongsa Digital Park, telah memiliki embung mandiri internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan.


Dalam perkembangannya, geliat Investasi Data Center telah lama di dorong pemerintah Indonesia dengan banyak potensi untuk menjadi “the next hub” pusat data di Asia. 


BP Batam berkomitmen menyiapkan kebijakan taktis dan terukur dalam penyiapan utilitas dan energi jangka panjang untuk kebutuhan masyarakat.


*Dukungan yang Terukur, Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat*


Untuk Data Centre, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan suplai bersifat sementara dan sangat terbatas dari Waduk Duriangkang.


Kewajiban Penggunaan SWRO Seluruh pengembang Data Center wajib membangun dan memfungsikan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut secara mandiri untuk operasional penuhnya.


Mengenai peta investasi pelaku usaha Data Center yang terdata di Batam, mayoritas masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang dan konstruksi awal.


Satu di antaranya telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya dalam tahap rencana konstruksi. 


Untuk memenuhi kebutuhan industri secara mandiri, NDP juga memiliki embung tersendiri untuk kebutuhannya.


Masih di area Nongsa, dua pelaku usaha Data Centre lainnya masih dalam tahap rencana pengembangan atau dengan kata lain belum beroperasi.


Sementara itu, dua pelaku usaha lain di kawasan Kabil juga belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana konstruksi.


“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.


Melalui SWRO menjadi alternatif pasokan air untuk mendukung kebutuhan industri data centre, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.


*BP Batam Buka Berbagai Alternatif Kerja Sama Kemitraan Untuk Meningkatan Performa Ketahanan Air bagi Warga*


Pemenuhan kebutuhan air Batam memerlukan langkah konkret melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air. 


”Saat ini, sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui BNPB berkoordinasi dengan BMKG.” Lanjut Ariastuty.


Selain itu menurut Tuty, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam LI Claudia Chandra perlu segera dilakukan langkah-langkah revitalisasi pipa distribusi, serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat infrastruktur layanan air bersih.


Pemasangan sistem monitoring SPAM berbasis SCADA yang berkelanjutan untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan juga menjadi prioritas BP Batam saat ini.


Tuty juga menjabarkan, BP Batam membuka peluang kemitraan guna percepatan diversifikasi sumber pasokan melalui penjajakan kerja sama dengan swasta maupun instansi pemerintah terkait seperti  Kementerian PU - BWS, termasuk pengembangan teknologi SWRO serta tindaklanjut potensi pasokan air dari Lingga dan Bintan. 


“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat.” Kata Tuty.


Pembangunan waduk baru juga menjadi sasaran BP Batam pada jangka panjang, mengingat proses pembuatan hingga dapat dimanfaatkan diperkirakan memerlukan waktu yang tidak sebentar yakni  lima hingga tujuh tahun. 


“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan.” Pungkas Tuty. (INF/HS/NA)

Blackout Total, BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air Bersih Masyarakat

On 18.44



BATAM - Blackout total alias mati listrik seharian di Batam, Bintan dan Tanjungpinang, Senin (12/10/2026) mulai pukul 06.30 hingga berita ini dirilis 18.40 WIB belum teratasi. Tidak jelas apa penyebabnya namun dugaan pasokan batubara ke pembangkit listrik tersendat.


Menyikapi hal tersebut Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan pasokan listrik yang mengalami gangguan di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan gangguan, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan pada objek vital seperti rumah sakit, bandara dan fasilitas pelayanan publik lainnya.


“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10/2026).


Ia menjelaskan, gangguan listrik berdampak pada operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), sehingga produksi dan distribusi air berpotensi terganggu atau mengalami penurunan tekanan.


Saat ini, pihaknya bersama mitra mengoptimalkan dengan penggunaan genset di IPA namun hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air. 


Disebutkan, pemadaman listrik (PLN Off) berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa dan DK 1–5.


Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih baru. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal.


“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH,” terang Ariastuty.


Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan usaha sekaligus daya saing investasi Batam.


Menurutnya, upaya pemulihan perlu diikuti evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan.


“Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” jelas Fary.


BP Batam mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi lintas pihak guna meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi Batam.


Diketahui, PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam.


Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, Dan fasilitas strategis lainnya.

Akhiri Puasa Gelar Selama 35 Tahun, Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN CUP 2026

On 13.15



JAKARTA - Tuan rumah Indonesia menjadi juara Piala ASEAN FIFA edisi perdana, menang adu penalti atas sepuluh pemain Thailand 4-2. Di waktu normal hingga perpanjangan waktu yang penuh dramatis, gol Indonesia: Dean James (84), Elkan Baggott (116). Gol Thailand: Iklas Sanron (87), Peeradol Chamrasamee (111).


Kemengan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang 35 tahun Timnas Garuda senior juara SEA GAMES 1991. Dan memutus catatan delapan pertandingan dengan rentang waktu sepuluh tahun terakhir Indonesia mengalahkan Thailand. 

Garuda akhirnya menemukan momen terbaik untuk mengakhiri catatan tersebut dengan menjuarai final FIFA ASEAN CUP yang berlangsung dramatis dan penuh perubahan momentum di Jakarta, yang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.

Setelah pertunjukan kembang api yang menjadi puncak upacara penutupan berakhir di langit Jakarta, dua raksasa Asia Tenggara tersebut mulai menentukan siapa yang berhak membawa pulang trofi Piala ASEAN FIFA.

Pola permainan sudah terlihat sejak awal, dengan Thailand bermain lebih bertahan dan menunggu peluang melalui transisi menghadapi Indonesia yang lebih berani saat menguasai bola.

Namun, peluang bersih sulit tercipta sepanjang satu jam pertama. Mitch Baker dan Calvin Verdonk sempat melepaskan tembakan yang melebar dari sasaran. Thailand kemudian kehilangan Suphanan Bureerat karena cedera pada babak kedua sebelum pertandingan memasuki fase dramatis pada penghujung waktu normal.

Pertama, bek sayap Thailand Nicholas Mickelson menerima dua kartu kuning dalam rentang lima menit sehingga membuat Changsuek bermain dengan 10 pemain. Pada kartu kuning keduanya, Dean James melepaskan tendangan bebas dari tepi kotak penalti yang membentur pemain pengganti Thailand, Iklas Sanron, sebelum meluncur melewati Saranon Anuin dan membawa tuan rumah unggul pada menit ke-84.

Tiga menit kemudian, Thailand menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Umpan silang dalam dari Seksan Ratree disambut Iklas dengan tendangan voli gemilang di tiang jauh.

Pada babak tambahan, Thailand yang bermain dengan 10 pemain justru mengejutkan tuan rumah. Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott dan mengirimkannya kepada Peeradol Chamrasamee, yang menaklukkan Emil Audero pada menit ke-111.

Secara luar biasa, drama kembali terjadi ketika Baggott, yang lahir di Bangkok, menyamakan kedudukan lima menit kemudian melalui tembakan yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang dan membawa final ke adu penalti.

Setelah kapten Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti ketiga Thailand, penjaga gawang Garuda, Emil Audero, muncul sebagai pahlawan pertandingan. Ia menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya untuk memastikan gelar juara bagi Indonesia.






sumber: fifa

Sigit Dicopot, Presiden Prabowo Tunjuk Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru

On 10.18

 


JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto melalui Surpres Presiden Prabowo Subianto dituntuk sebagai calon tunggal menggantikan Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri.

"Pagi ini pimpinan DPR menerima surat dari presiden tertanggal 30 September perihal usulan pemberhentian dari jabatan dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri," kata Krtua Komisi III DPR Habiburokhman, Kamis pagi tadi.

Habiburokhman mengatakan pihaknya akan langsung menggelar fit and proper test terhadap calon Kapolri hari ini juga, Kamis (1/10). Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 9.20 WIB. Suyudi sudah terlihat duduk rapi guna mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.


Hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pengganti Listyo Sigit Prabowo.
Seluruh anggota Komisi III yang mewakili delapan fraksi di DPR menyetujui nama Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri.

"Kita langsung sama secara aklamasi dapat disetujui?" ujar Ketua Komisi III DPR Habiburokhman meminta persetujuan peserta rapat

Usai disetujui dalam dit and proper test, nama Suyudi selanjutnya akan dibawa ke Paripurna DPR untuk resmi disahkan. Nantinya, Presiden akan langsung melantik bersamaan dengan Reshuffle yang akan digelar sore ini.

Suyudi sebelumnya dilantik Prabowo menjadi Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 lalu. Dia menggantikan Kepala BNN yang lama, Komjen Pol Martinus Hukom.

Mengutip dari Antara,  Suyudi yang lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1994.

Sepanjang perjalanan kariernya, Suyudi telah menjabat sejumlah jabatan reserse dan struktural, terutama di Jakarta.

Pada awal kariernya, ia menjabat sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Suyudi mulai menduduki jabatan kapolsek melalui jabatan Kapolsek Metro Tanah Abang pada tahun 2012 dan dilanjutkan menjadi Kapolsek Metro Penjaringan.

Jabatannya terus meningkat. Tidak hanya kapolsek, ia juga didapuk menjadi kapolres pada periode 2014-2017 pada jabatan Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Kemudian, mulai tahun 2017, Suyudi mulai menduduki jabatan di Bareskrim Polri, di antaranya dengan menjadi Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber) Bareskrim Polri.

Pada tahun 2023, ia menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya dan hingga akhirnya pada tahun 2024, menjabat sebagai Kapolda Banten.

Jabatan itu tidak lama diembannya. Pada tahun 2025, ia dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri hingga akhirnya didapuk menjadi Kepala BNN hingga saat ini ketika diajukan Prabowo untuk jadi calon Kapolri.




sumber: cnnindonesia

UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia

On 18.33



BATAM - Posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam jaringan perdagangan mendapat pengakuan dunia internasional.


Terbaru, UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat, Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026. Dalam daftar tersebut, Batam berada di peringkat keenam dari 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi.


UNCTAD mencatat, pelabuhan-pelabuhan dalam daftar mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama satu dekade, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 274 persen hingga 697 persen, di luar tiga pelabuhan teratas yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi.


Malaga (Spanyol) mencatat pertumbuhan persentase tertinggi dalam Indeks Konektivitas Pelayaran Kapal Lini Pelabuhan selama periode tersebut; Posisi berikutnya ditempati oleh Puerto Bolivar (Ekuador), Aliaga (Nemrut) (Turki), Pulau Batam (Indonesia), Zhapu (Tiongkok), Chabahar (Iran (Republik Islam), Arkhangelsk (Federasi Rusia), Port Hueneme (Amerika Serikat), Haugesund (Norwegia), dan Derince (Turki). 


Catatan ini menjadi salah satu gambaran perkembangan konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran global. Hal ini sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat konektivitas pelabuhan dan layanan pelayaran langsung atau direct call.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari posisi geografis Batam yang terletak di jalur strategis perdagangan internasional.


Namun demikian, menurutnya, keunggulan geografis perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.


“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).


Pertumbuhan konektivitas tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.


Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan kapal, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 34 kunjungan.


Pada periode yang sama, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, meningkat 125 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang sebesar 25.904 TEUs. 


Menurut Amsakar, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional.


Penguatan konektivitas Batam juga berlangsung di sektor digital melalui Nongsa–Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.


Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Kehadirannya memperkuat konektivitas digital Indonesia–Singapura sekaligus mendukung kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan interkoneksi data center. 


Dengan demikian, konektivitas Batam tidak hanya berkembang melalui jalur laut, tetapi juga melalui jaringan digital yang semakin dibutuhkan industri berbasis teknologi.


“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” ungkap Amsakar. (dp)

Training Transmisi Hybrid dan DCT Resmi Ditutup, HOB: Sampai Jumpa di Bangka Belitung

On 21.31

Para peserta training, pemateri, sponsor, pengurus HOB, Perwakilan Poltek Negeri Batam berfoto bersama di depan hanggar pesawat.


BATAM - Pelatihan Transmisi Hybrid dan Dual Clutch Transmission (DCT) se-Sumatera yang digelar Himpunan Otomotif Batam (HOB) bekerjasama dengan Politeknik Negeri Batam, 26-27 September 2026 resmi ditutup. 

Bambang Ermanto, Ketua HOB menyebut pada hari terakhir training, para peserta terlihat antusias mengikuti sesi praktik. Terlebih praktik dilakukan di kawasan hanggar, lokasi yang biasa digunakan mahasiswa Poltek Negeri Batam belajar mereparasi pesawat komersial.

"Alhamdulillah training Hybrid Transmission dan DCT, baik materi teori dan praktik berjalan lancar. Ke depan acara serupa akan terus dilaksanakan," ujar Bambang Ermanto.

Para peserta kompak meneriakkan training selanjutnya dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung. "Kalau begitu, sampai jumpa di Bangka Belitung," tegas Bambang.

Sebelumnya pada praktik pertama, mereka dibimbing langsung oleh pakar Ev dan Hybrid Transmission, Didi Istardi, Ph.D. Sesi ini menjelaskan sistem kerja sekaligus penanganan masalah transmisi mobil hybrid.

"Harapan kami para pemilik bengkel bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi otomotif. Setidaknya mampu memperbaiki kendaraan hybrid, dimana populasinya cukup pesat. Dan selangkah lagi menuju EV," ujar Didi Istardi yang juga pengajar di Poltek Negeri Batam.

Usai santap siang dan sholat, para peserta kembali bersemangat mengikuti praktik membongkar jeroan transmisi DCT mobil Ford Fiesta. Banyak dari peserta mengaku cukup awam dengan transmisi tersebut.

Ex Ford Batam, Rio Denny Fatresa, SP.d menjelaskan DCT merupakan transmisi dengan dua kopling yang menggerakkan dua kelompok roda gigi terpisah. Tiap kopling terhubung ke input shaft-nya sendiri, keduanya duduk pada satu sumbu.

"Secara mekanis DCT adalah transmisi manual - ada synchronizer, hub sleeve, dan shift fork - hanya saja pengoperasiannya elektronik, sehingga tenaga dan akselerasi lebih responsif," ujar Rio.

Rio berahap materi teori dan praktik DCT dapat mengubah mindset para pelaku bengkel untuk berani menangani mobil mobil bertansmisi DCT seperti merek Ford, VW dan banyak lainnya.

"Kalau biasanya bermain di konvensional harapannya mereka akan berani menangani mobil bertransmisi DCT. Tentu saja ini akan menjadi nilai plus bagi peserta training yang mana cuan pun akan bertambah," pungkas Rio, sekaligus Owner Bengkel Service Solution Abadi (Spesialis Ford di Batam). 

Diikuti Puluhan Mekanik, Himpunan Otomotif Batam Gelar Training Hybrid dan Dual Clutch Transmission

On 17.30

Sekdako Batam Firmansyah didampingi Ketua Himpunan Otomotif Batam Bambang Ermanto, Direktur Poltek Negeri Batam Bambang Hendrawan, Pemateri Dual Clutch Transmission Rio Denny Fatresa.


BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Batam, Firmansyah membuka secara resmi kegiatan training yang digelar Himpunan Otomotif Batam (HOB) di Politeknik Negeri Batam, 26-27 September 2026.

Pelatihan yang mengusung tema Hybrid Transmission dan Dual Clutch Transmission tersebut diikuti oleh 51 peserta dari berbagai daerah. Seperti Bangka Belitung, Jambi, Medan, Batam, Riau.

Training tersebut menghadirkan Pakar Electrical Vihicle (EV) dan Hybrid, Didi Istardi, Ph.D dan Ex Manager Bengkel Ford Batam, Rio Denny Fatresa, S.Pd.

Pemateri Rio Denny Fatresa, SP.d memaparkan apa itu sistem dual clutch transmission, permasalahan dan solusi yang biasa dihadapi praktisi bengkel mobil.




Sekda Firmansyah mewakili Walikota Batam menyambut baik acara training otomotif yang diadakan HOB bekerjasama Politeknik Negeri Batam yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Ini membuktikan perkembangan industri otomotif tanah air cukup baik khususnya kota Batam.




"Perlu kami informasikan kepada peserta bahwa jumlah penduduk Batam sejauh ini berjumlah 1,4 juta jiwa. Dimana jumlah kendaraan otomotif yang beredar hampir sama yakni 1,3 juta unit, tentu ini jadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku jasa otomotif," kata Firmansyah, Sabtu (26/9/2026).

"Kegiatan ini resmi kami buka, untuk itu sekali lagi saya ucapkan selamat mengikuti training ini, semoga bisa menambah pengetahuan dan keahlian para peserta utamanya dalam teknologi Hybrid transmission dan dual clutch transmission," ujar Fiemansyah.

Sementara itu Ketua HOB, Bambang Ermanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk saling bertukar pengalaman serta meningkatkan kompetensi yang diterapkan dalam dunia kerja dan industri otomotif.

"Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pemerintah serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan peningkatan keterampilan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya di bidang otomotif. Dukungan pemerintah sangat berarti dalam mendorong terciptanya sumber daya manusia yang terampil dan kompeten. Kami berharap sinergi antara pemerintah dan Universitas Politeknik di Batam ini, yaitu dunia pendidikan, dunia industri, komunitas otomotif, dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik," ujar Bambang.

Bambang juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti training ini dengan sungguh-sungguh. Memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dengan para narasumber dan instruktur di otomotif ini.

"Semoga kegiatan training Hybrid Transmission dan Dual Clutch Transmission ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara pemerintah, Politeknik, pendidikan, industri, dan komunitas otomotif dalam menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan profesional," pintanya.


Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan mengatakan suatu kehormatan bagi pihaknya menjadi tuan rumah kegiatan training ini sebab tidak saja diikuti pegiat otomotif Batam akan tetapi datang juga dari berbagai wilayah seperti dari Babel, Tangerang, Jambi, Medan, Pekanbaru.

"Kalau dilihat dari para peserta sepertinya sudah pada senior dan berpengalaman di dunia otomotif. Kami ucapkan selamat datang di Polibatam, intinya kami mendukung kegiatan ini untuk sama sama meningkatkan kemampuan di dunia teknologi," katanya.

Hadir dalam acara ini Wakil Dekan 3 Universitas Islam Riau Joni Rahman, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam Suhar, Ketua Atom Riau Andi, Ketua Otoritas Otomotif Jambi Agus.


Musim Kemarau DAM Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Antisipasi Pasokan Air

On 09.01

Amsakar Achmad, Kepala BP Batam


BATAM –  Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).


Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.


“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).


Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.


Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.


Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.


Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.


Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.


“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.


*Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi*


Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.


Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.


BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.


Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.


“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.


Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep _Batam Integrated Total Water Management_ untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.


Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi _Sea Water Reverse Osmosis_ (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.


Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.


Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.


Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.


“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (dpn)

BP Dukung Pembangunan Monumen Simpang Barelang, Bundaran Ufuk Selatan Jadi Landmark Baru Kota Batam

On 17.56

Bundaran Barelang jadi Bundaran Ufuk Selatan


BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.


Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.


Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.


Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.


“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).


Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.


Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.


“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (gam)

ASPI Edukasi Peternak Itik Petelur Sleman Terapkan Sistem Bebas Sangkar

On 12.21



SLEMAN - Telur itik yang saat ini beredar di pasaran ternyata tak semuanya berasal dari itik yang dipelihara secara umbaran atau yang dalam masyarakat Jawa dikenal dengan sistem angon. Itik mulai banyak diternakkan dengan sistem intensif, salah satunya adalah sistem kandang baterai atau kandang individu berukuran sempit, yang jauh dari penerapan prinsip kesejahteraan hewan. 

Namun, informasi ini belum diketahui secara luas dan belum ada pembeda antara produk telur itik yang berasal dari sistem kandang baterai dan bebas sangkar (cage-free), meskipun produk telur bebas sangkar memiliki keunggulan dalam faktor kesejahteraan hewan.

Across Species Project Indonesia (ASPI), inisiatif non-profit yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan itik petelur, menyoroti masalah semakin meluasnya sistem kandang baterai untuk itik petelur, salah satunya dengan membentuk Jaringan Peternak Itik petelur Bebas Sangkar (Duck Cage-Free Network). 

Beranggotakan peternak-peternak itik petelur yang menggunakan sistem bebas sangkar (cage-free), dalam jaringan ini, ASPI mengadakan berbagai pelatihan dan seminar untuk mendorong peningkatan praktik kesejahteraan hewan di peternakan, salah satunya yang diadakan pada tanggal 10 September 2026 lalu di daerah Sleman, DIY, dan diikutioleh 34 peternak.

Menghadirkan pembicara seorang eksportir telur itik dari Jawa Barat, Rully Lesmana, seminarini mengusung tema “Membangun Nilai Produk Melalui Praktik Pemeliharaan yang BertanggungJawab”. 

Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peternak akan pentingnyapenerapan praktik kesejahteraan hewan di peternakan dan bagaimana hal tersebut dapat turut membangun nilai produk dalam proses pemasaran.

Rully Lesmana, yang juga merupakan Direktur CV Surya Abadi Telur Asin, mengatakan bahwa penerapan cage-free sudah cukup luas. Cina, negara penghasil telur terbanyak di dunia, yang juga nomor satu dari sisi pangsa pasar di tahun 2023 maupun 2024, telah bergerak ke arah tersebut.

“Salah satu contohnya adalah Xuri Egg Products, salah satu produsen telur itik terbesar di Cina, dengan produk yang telah dipasarkan ke Eropa, Amerika, Australia, dan Asia Tenggara, dan mencatat penjualan sekitar 505 juta RMB pada 2023. Xuri kini berkomitmen untuk menggunakan 100 persen telur itik cage-free untuk seluruh produk ekspornya pada 2026. Rajanya saja sudah sampai di sana—sudah berkomitmen ekspor dengan telur cage-free—saya jadi berpikir, Indonesia kapan?" kata Rully Lesmana.

Seminar ini merupakan seminar ketiga setelah sebelumnya ASPI mengadakan seminar di tahun2025 mengenai dasar pemeliharaan menggunakan sistem bebas sangkar dan di pertengahantahun 2026 berupa pelatihan teknis, terutama terkait penerapan biosecurity secara sederhanadan manajemen kandang lainnya, termasuk pengadaan nest box untuk itik bertelur.

Mengapa Itik Seharusnya Dipelihara dalam Sistem Bebas Sangkar?

Itik merupakan hewan semi akuatik dengan kaki berselaput yang dirancang untuk aktivitas air. Di dalam kandang baterai, itik bukan hanya tidak dapat melakukan aktivitas air, melainkan jugatak mampu bergerak secara leluasa.

“Di dalam kandang baterai, itik hanya memiliki ruang gerak tak lebih besar dari sebuah laptopberukuran 13 inci, yang bahkan tak lebih besar dari keseluruhan panjang tubuhnya. Leher itiksering kali mereka julurkan hingga ke luar kandang, menyebabkan gesekan yang berpotensi menimbulkan luka; kaki mereka yang berselaput juga harus bersentuhan dengan kandang bambu atau kawat sepanjang hari,” kata Nuril, Producer Engagement Officer ASPI.

Di Taiwan, pelarangan kandang baterai untuk peternakan itik yang baru sudah ada sejak tahun 2022 setelah Euro group for Animals menyuarakan bahwa ekspor telur itik dari Taiwan dapat membahayakan standar kesejahteraan yang ada di Eropa. Untuk dapat selaras dengan standar global, industri telur itik di Indonesia perlu menerapkan aturan yang sesuai dengan tren global dan menekankan pentingnya kesejahteraan hewan dalam penjualan produk hewani.

Pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban Batam, XLSMART Perkuat Konektivitas Global Indonesia

On 13.57

XLSmart resmi daratkan golden buoy  sistem komunikasi kabel laut di Tanjung Bemban Nongsa. Foto/Taher


BATAM - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat infrastruktur digital Indonesia melalui pembangunan CANDLE Cable System, sistem komunikasi kabel laut (SKKL) sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang akan menghubungkan Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang. 


Dikembangkan melalui XLSMART for BUSINESS dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, infrastruktur ini menjadi bagian dari komitmen XLSMART dalam menghadirkan konektivitas yang berkualitas, berkelanjutan, dan bertanggung jawab untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. 

 

“CANDLE merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan kebutuhan konektivitas Indonesia dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan kapasitas yang semakin besar dan akses yang semakin luas ke jaringan global. Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan investasi infrastruktur ini dapat membuka akses yang lebih besar bagi dunia usaha Indonesia untuk tumbuh dan terhubung dengan ekosistem digital regional," Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono.

 

Pembangunan CANDLE kini memasuki salah satu tahapan penting dengan pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, Jumat (11/9/2026). Proyek yang dimulai sejak Desember 2024 ini akan menghadirkan jalur berkapasitas besar sekaligus menambah pilihan konektivitas internasional antara Indonesia dan sejumlah negara di Asia.

 

CANDLE Cable System dikembangkan melalui kolaborasi XLSMART bersama Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, dan SoftBank Japan, dengan NEC sebagai mitra teknologi. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari pembangunan sistem kabel laut yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang.

 

Pemilihan Tanjung Bemban, Batam, sebagai salah satu titik pendaratan CANDLE mempertimbangkan potensi pertumbuhan wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Batam, yang menjadi hub bagi sejumlah hyperscaler dan perusahaan telekomunikasi. Posisi tersebut menjadikan Batam strategis dalam pengembangan konektivitas internasional dan ekosistem data center. 

 

Jaringan CANDLE nantinya juga akan menghubungkan data center di Batam dengan negara-negara yang berada di sepanjang rutenya. Konektivitas tersebut akan mendukung kebutuhan pelanggan enterprise terhadap layanan berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable, termasuk untuk perkembangan cloud dan AI yang massif, serta berbagai layanan digital.


Andrijanto menambahkan, “Bagi pelanggan enterprise, CANDLE memberikan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable. Kapabilitas tersebut penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang terus berkembang seiring semakin besarnya penggunaan data dan layanan digital.”

 

Dalam pelaksanaannya, XLSMART terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Pemerintah mendukung pembangunan CANDLE, sementara proses perizinan terus berjalan untuk memastikan proyek dilaksanakan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

 

Bagi Batam, kehadiran salah satu landing point CANDLE membuka peluang untuk semakin memperkuat perannya dalam ekosistem digital regional. Keterhubungan dengan sejumlah negara di Asia dapat mendukung perkembangan data center dan aktivitas bisnis berbasis digital di wilayah tersebut.

 

Andrijanto menegaskan, CANDLE bukan hanya tentang membangun jalur konektivitas baru, tetapi membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia ke ekosistem digital regional. 


"Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha, mendukung pertumbuhan ekosistem digital, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital Asia. Kami juga terus membangun infrastruktur data center khususnya di wilayah Nongsa," tuturnya.(thr)

Mantap! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Lampaui Kepri dan Nasional

On 06.21

Pimpinan BP Batam saat hadiri rapat bersama DPR


BATAM - Ekonomi Batam pada Triwulan II 2026 tumbuh 7,28% (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan Kepri 6,99% dan nasional 5,29%. 

Sementqra di antara kabupaten/kota di Kepri, Batam berada pada tiga besar pertumbuhan tertinggi, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi daerah berbasis industri, investasi, perdagangan, dan jasa.

AMSAKAR: JAGA MOMENTUM, PERKUAT DAYA SAING

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.

“Pertumbuhan 7,28 persen adalah hasil kerja bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum melalui pelayanan yang semakin cepat, infrastruktur yang semakin baik, dan iklim investasi yang semakin kompetitif.”

LI CLAUDIA: PERTUMBUHAN HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Karena itu, penguatan layanan dasar, air bersih, transportasi, dan infrastruktur perkotaan akan terus menjadi prioritas.

FARY FRANCIS: DARI INVESTASI KE LAPANGAN KERJA

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa investasi harus menghasilkan dampak ekonomi nyata.
“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja.”

Menurutnya, keberhasilan investasi diukur bukan hanya dari nilai yang masuk, tetapi dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang tercipta, dan jumlah pekerjaan yang dihasilkan.

BP Batam akan terus mendorong investasi berkualitas pada sektor manufaktur maju, data center, industri digital, energi, dan logistik, sejalan dengan visi Batam sebagai hub industri dan ekonomi digital Asia Tenggara.

BATAM: TUMBUH TINGGI, TUMBUH BERKUALITAS

Pertumbuhan 7,28 persen menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi.

“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.” (rud)

Genangan Air Terus Berkurang, 29 Titik Banjir Telah Ditangani BP Batam

On 06.08



BATAM - Sebanyak 29 titik banjir di Kota Batam telah ditangani melalui berbagai upaya perbaikan infrastruktur, baik secara langsung oleh BP Batam maupun melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam.


Penanganan tersebut terus dievaluasi untuk memastikan infrastruktur yang dibangun maupun diperbaiki benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Hal itu terlihat dari langkah Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang kembali turun langsung meninjau sejumlah titik infrastruktur pada Selasa (25/8/2026).


Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia melihat kondisi Drainase Jalan S. Parman, Piayu; Drainase depan RS Graha Hermine, Batu Aji; Drainase Spillway, Muka Kuning; serta rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom.


Pada tiga titik drainase, Li Claudia mengecek kondisi saluran dan progres penanganannya. Pengecekan dilakukan untuk memastikan upaya pembenahan drainase berjalan sesuai kondisi kawasan serta mendukung pengendalian banjir. Sementara pada ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom, ia melihat kebutuhan penerangan sebagai bagian dari rencana pemasangan PJU untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.


“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.


Upaya evaluasi kemudian dilanjutkan pada Kamis (27/8/2026). Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia meninjau dua lokasi drainase di Kelurahan Belian, yakni Drainase Jalan Tengku Sulung depan Perumahan Odessa serta Drainase Jalan Hang Tuah Taman Raya Tahap 4 depan SMP Negeri 28 Batam.


Di dua lokasi tersebut, peninjauan difokuskan pada hambatan aliran air akibat penumpukan material yang berpotensi memicu banjir. Tim juga melihat kebutuhan perbaikan fungsi drainase serta akses jalan inspeksi di sekitar saluran.


Li Claudia menegaskan, pembenahan infrastruktur harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kondisi drainase tidak hanya membutuhkan penanganan teknis, tetapi juga dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.


“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujar Li Claudia.


Sementara itu, Mouris Limanto mengatakan evaluasi kondisi lapangan akan terus dilakukan agar penanganan yang disiapkan sesuai dengan kondisi aktual masing-masing kawasan.


“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.


Salah satu hasil penanganan yang telah dirasakan masyarakat berada di kawasan Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal. Melalui skema proyek multiyears 2026-2027, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase di kawasan tersebut. Setelah penanganan dilakukan, genangan yang sebelumnya kerap terjadi saat hujan kini sudah tidak lagi dirasakan masyarakat.


Capaian penanganan 25 titik banjir tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dalam membenahi infrastruktur dasar. Pemantauan lapangan juga terus dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan baru sekaligus memastikan infrastruktur yang telah ditangani dapat berfungsi secara optimal. (ggi)

Suzuki Gelar Penyerahan XL7 Terbaru di Batam, Siap Menemani Keluarga Indonesia

On 14.20

10 Konsumen Jadi Perwakilan dari Ratusan Pembeli Awal XL7

Branch Manager Suzuki Indomobil Batam Rudy Wijaya didampingi Direktur Indomobil Batam Aleng Lim melepas unit XL7 terbaru di kawasan Ocarina Batam Center. Foto/Taher


BATAM - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memulai penyerahan perdana Suzuki XL7 kepada pelanggan di Indonesia pada tanggal 22 Agustus 2026, setelah peluncurannya 29 Juli 2026 lalu.

Seremoni yang berlangsung di Hotel Ayola Signature Ocarina Batam ini sekaligus menandai dimulainya distribusi SUV 7-seater terlaris Suzuki secara Nasional. Suzuki XL7 terbaru mendapatkan sambutan positif dari para pencinta otomotif Tanah Air. 

Penyerahan kunci kendaraan dilakukan secara simbolis kepada 10 Konsumen terpilih dari wilayah Batam. Momentum ini menjadi bentuk apresiasi Suzuki terhadap kepercayaan pelangganyang telah memilih produk buatan dalam negeri.

“Dalam 16 hari sejak diperkenalkan, Suzuki XL7 terbaru telah mencatat total pemesanan (SPK) lebih dari 1.300 unit. Bagi Suzuki, capaian ini menjadi awal yang berarti sekaligus menunjukkan penerimaan konsumen terhadap XL7 sebagai kendaraan yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia,” ujar Rudy WIjaya, Branch Manager Suzuki Indomobil Batam di Ocarina, Sabtu (22/8/2026).

Kehangatan suasana turut dirasakan oleh konsumen karena memperoleh cindera mata ekslusif yang melengkapi kepemilikan unit XL7 miliknya. 

"Awalnya tertarik beli XL7 ini karena saya dan istri senang dengan desainnya lebih gagah dan ganteng. Kemudian dari testimoni saudara yang pakai Suzuki, mobilnya lebih bandel dan tangguh gak rusak rusak," kata Sitorus, konsumen XL7.

Akhir kegiatan ini ditandai dengan pelepasan rangkaian perjalanan pelanggan ke destinasi masing-masing.

Seorang konsumen XL7 menerima cindera mata dari Suzuki Indomobil Batam/Taher


Siap Menemani Mobilitas Keluarga Indonesia

Sebagai SUV keluarga, Suzuki XL7 hadir dengan berbagai penyegaran pada desain eksterior, tampilan kabin, sistem hiburan, hingga fitur keselamatan. Pembaruan tersebut semakin memperkuat karakter XL7 sebagai kendaraan yang nyaman digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan bersama keluarga.

Suzuki XL7 menggunakan mesin bensin K15B 1.462 cc yang dipadukan transmisi manual maupun otomatis. Varian New Alpha Hybrid dan New Beta Hybrid telah dipadukan dengan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi bahan bakar.

XL7 tersedia dalam tiga pilihan varian, yaitu New Alpha Hybrid, New Beta Hybrid, dan New Zeta dengan harga mulai dari Rp251.000.000 (on the road Batam), sehingga memberikan pilihan yang lebih beragam sesuai kebutuhan dan preferensi konsumen. 

Berikut daftar lengkap harga Suzuki XL7:

XL7 New Alpha Hybrid A/T (two-tone color) Rp301.000.000

XL7 New Alpha Hybrid A/T (single-tone color) Rp299.000.000

XL7 New Beta Hybrid A/T Rp285.000.000

XL7 New Beta Hybrid M/T Rp276.000.000

XL7 New Zeta A/T Rp260.000.000

XL7 New Zeta M/T Rp251.000.000

Dukungan Jaringan Purna Jual yang Luas Suzuki memastikan kesiapan 235 jaringan bengkel resmi di seluruh Indonesia. Seluruh fasilitas telah siap memberikan perawatan berkala dan perbaikan dengan dukungan suku cadang orisinal (Suzuki Genuine Parts), serta teknisi bersertifikasi.

Pengalaman kepemilikan juga didukung melalui aplikasi MySuzuki yang memudahkan pelanggan mengakses berbagai layanan dalam satu platform. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan reservasi servis berkala, memperoleh informasi riwayat perawatan kendaraan, dan mengakses katalog suku cadang maupun aksesori resmi.

“Kami berharap Suzuki XL7 dapat menjadi partner berkendara yang andal bagi konsumen di Indonesia. Melalui dukungan jaringan dealer, layanan purna jual, dan teknisi ahli di seluruh daerah, kami berkomitmen memberikan rasa nyaman dan kepuasan yang konsisten sepanjang masa kepemilikan kendaraan,” Rudy. (thr)

Melihat Serunya Lomba Agustusan di Blok Mancis Perumahan Cipta Asri 3 Tembesi Batam

On 14.50



BATAM - Sehari menjelang HUT RI ke-81, namun kemeriahannya telah terasa. Salah satunya di Blok Mancis RT 04/29, Perumahan Cipta Asri Tahap 3  Tembesi.

Puluhan anak-anak terlihat tumpah ruah mengikuti lomba Agustusan yang digelar panitia. Mulai lomba makan kerupuk yang penuh perjuangan tanpa tangan.

Ada juga lomba memasukkan paku dalam botol, lomba lari masukkan bola dalam kardus, lomba kotak logika dan lomba menarik lainnya. Peserta lomba mulai anak pra TK hingga SD kelas 6.

Suasana dan keseruan di lapangan semakin seru dimana para orang tua ikut menyemangati.
Tak ayal sorak-sorai penonton dan warga yang ikut memberi semangat tampak gelak tawa melihat tingkah lucu peserta saat berlomba.

"Syukur Alhamdulillah, cuaca siang ini sejuk setelah hujan tadi. Sehingga anak anak tidak kepanasan," ujar Agung, Ketua Panitia Agustusan RT 04/29 Blok Mancis.

Menurut Agung, lomba sengaja diadakan di hari Minggu (16/8/2026) siang, atau tepatnya sehari menjelang peringatan hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak yang ikut lomba tidak terlalu lelah.

"Sebab hari Senin (17/8/2026) banyak anak-anak kita yang ikut upacara di sekolah masing-masing. Tapi kalau hari ini lomba tidak selesai, besok kita lanjutkan sekaligus perlombaan emak emak dan bapak bapaknya," tegasnya.

Acara lomba Agustusan tahun ini kata Agung bersumber dari iuran warga sebesar Rp30.000/kk disubsidi iuran keamanan bulan Agustus 2026 serta sumbangan dari PT Signal Kabel Rp750.000.(thr)

Pemko Batam Naikkan Target Pendapatan Daerah, Imbas Proyeksi Ekonomi Tumbuh 7,4 Persen

On 21.34

Walikota Batam Amsakar salam komando dengan Anggota Banggar M Safei


BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah menyesuaikan arah pembangunan dengan perkembangan kondisi ekonomi daerah. 

Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat menjadi Rp4,25 triliun, seiring target pertumbuhan ekonomi Batam yang diperkirakan berada pada kisaran 6,4 hingga 7,4 persen.

Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,4 persen. Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat memaparkan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (3/8/2026).

Amsakar menjelaskan, perubahan dokumen anggaran diperlukan sebagai respons terhadap dinamika perekonomian, penyesuaian target pendapatan, belanja, pembiayaan daerah, serta perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

“Perubahan APBD ini merupakan bentuk adaptasi pemerintah terhadap dinamika ekonomi yang terus berkembang. Tujuannya agar setiap kebijakan dan program pembangunan tetap relevan, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amsakar, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Batam didukung oleh meningkatnya investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta ekspansi sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.

Selain itu, sektor pariwisata diperkirakan terus memberikan kontribusi positif melalui meningkatnya kunjungan wisatawan yang berdampak pada industri perhotelan, restoran, dan transportasi. Pengembangan kawasan strategis, seperti Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, dan Batam Aero Technic juga diyakini semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat investasi nasional.

“Dengan berbagai potensi yang kita miliki, mulai dari investasi, kawasan ekonomi, hingga sektor pariwisata, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Batam mampu mencapai kisaran 6,4 sampai 7,4 persen,” katanya.

Di tengah proyeksi pertumbuhan tersebut, inflasi Kota Batam diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Kondisi itu diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah juga memproyeksikan konsumsi riil per kapita meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebagai indikator membaiknya aktivitas ekonomi.

Untuk mendukung target tersebut, Pemko Batam terus memperkuat strategi peningkatan pendapatan daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta berbagai inovasi dalam pengelolaan perpajakan daerah.

Dalam rancangan perubahan APBD, pendapatan daerah diusulkan meningkat dari Rp4,18 triliun menjadi Rp4,25 triliun atau naik sekitar 1,7 persen. Kontribusi terbesar berasal dari PAD yang diproyeksikan mencapai Rp2,706 triliun atau meningkat sekitar 4,82 persen.

Peningkatan PAD didorong oleh bertambahnya objek pajak, optimalisasi penerimaan pajak reklame melalui penambahan titik videotron, potensi penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta penyesuaian target opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Sementara itu, pendapatan transfer diperkirakan menurun sekitar 3,4 persen akibat penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer antardaerah. Namun, pemerintah memperkirakan tambahan penerimaan dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah melalui hibah pemerintah pusat serta pengembalian hibah.

Pada sisi belanja, Pemko Batam mengusulkan kenaikan anggaran dari Rp4,29 triliun menjadi Rp4,51 triliun atau meningkat sekitar 4,84 persen. Tambahan anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

Belanja daerah difokuskan pada pembangunan sarana pendidikan, pengadaan bus sekolah, peningkatan layanan kesehatan, penanganan banjir, pembangunan penerangan jalan umum, pengelolaan persampahan, penyediaan utilitas kawasan permukiman, hingga pembangunan marka jalan.

Amsakar menegaskan, seluruh alokasi anggaran dalam perubahan APBD diarahkan untuk mempercepat realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai kota investasi.

“Setiap rupiah yang kita anggarkan harus mampu menghasilkan manfaat nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh kebijakan tersebut selaras dengan tema pembangunan Kota Batam Tahun 2026, yaitu “Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi”, yang diwujudkan melalui lima prioritas pembangunan, yakni penguatan sektor unggulan berbasis investasi dan pariwisata, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penguatan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana.

Mengakhiri pemaparannya, Amsakar berharap pembahasan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 dapat berlangsung secara konstruktif sehingga seluruh program prioritas pemerintah dapat segera direalisasikan demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam. (ygs)