EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

4 Warga Windsor Phase Nagoya Batam Pesta Sabu

[caption id="attachment_4928" align="alignleft" width="290"]Bong sabu. ilustrasi Bong sabu[/caption]

BATAM – Polisi mengamankan empat orang sedang pesta sabu di salah satu Ruko di Windsor Phase Blok III Nagoya Batam, Rabu (18/3/2015) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Ginting, Ketua RT setempat mengatakan peristiwa penangkapan bermula setelah ia melapor ke Polsek Lubukbaja terkait adanya sekelompok orang yang menggunakan narkotika jenis sabu di wilayahnya.

 

Tak lama kemudian tim Buser Polsek Lubukbaja langsung turun ke lokasi dan berhasil menangkap empat orang yang sedang nyabu.

 

“Iya benar, Johan dan kawan-kawannya ditangkap saat menggunakan sabu. Tapi kemudian dilepas oleh polisi,” ujar Ginting kepada AMOK Group.

 

Namun ia mengaku kecewa dengan tindakan kepolisian yang melepas begitu saja ke-4 orang pengguna narkoba tersebut. Padahal saat ditangkap ditemukan barang bukti bong yang masih tersisa sabu.

 

“Seharusnya kasusnya dikembangkan Polisi walaupun barang bukti shabu yang ditemukan sedikit,” jelasnya.

 

Ginting juga mengatakan bahwa di wilayahnya sering terjadi kehilangan motor, dan ke-4 orang itu dicurigai sebagai maling yang selama ini menghantui masyarakat sekitar. Ironisnya Johan adalah petugas sekuriti di wilayah tersebut.

 

“Selama ini sering kehilangan motor disini, kami curiga mereka adalah malingnya,” jelasnya.

 

Sementara itu Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Irham Halid ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap empat orang pengguna narkoba di Windsor oleh Polsek Lubukbaja.

 

Namun Irham membantah telah melepas ke-4 pelaku tersebut melainkan telah dilimpahkan ke BNNP Kepri karena tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis shabu.

 

“Kita sudah limpahkan ke BNN dengan berita acara pelimpahan,” ujarnya kepada AMOK Group, Jumat (20/3/2015).

 

Irham juga mengatakan ke-4 orang pelaku tersebut telah menjalani tes urine dan hasilnya positif menggunakan narkotika. Namun anehnya Irham menyebut para pelaku bukan warga Windsor, padahal Ketua RT Ginting menegaskan bahwa salah satu pelaku bernama Johan adalah petugas sekuriti di komplek tersebut. (red/tim amok)