EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Allah Sangat Mencintai HambaNya Yang Tawadhu

 

[caption id="attachment_4525" align="alignright" width="290"]ilustrasi ilustrasi[/caption]

KEPRIUPDATE.COM - Merendah tanpa menghinakan diri ialah suatu sifat yang sangat terpuji di hadapan Ilahi Robbi dan seluruh makhlukNya.

 

 

Merendahkan diri atau biasa disebut tawadhu sangat dicintai Allah SWT dan RasulNya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.

 

 

Tawadhu merupakan bentuk ketundukan kita kepada kebenaran dan menerimanya dari siapa pun datangnya, baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.

 

 

Lawan dari sifat tawadhu adalah takabbur atau sombong. Sifat satu ini sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dengan sabdanya:

 

 

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.” (Shahih, HR. Muslim no. 91 dari hadits Abdullah bin Mas’ud z)

 

 

Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dalam rangka menolaknya, atau mengingkarinya berarti anda belum tawadhu dan anda memiliki benih sifat sombong.

 

 

Itulah mengapa Iblis yang terkutuk, Fir’aun dan bala tentaranya, Qarun dengan semua anak buah dan hartanya, dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah. Mereka semua dibinasakan karena tidak memiliki sikap tawadhu.

 

 

“Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Qashash: 83)

 

“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zalim atas yang lain.” (Shahih, HR Muslim no. 2588). (wawan/durratunnasihin)