EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Lima Tulang Rusuk Lana Putus

[caption id="attachment_4972" align="alignleft" width="290"]Inilah lokasi proyek Condotel Panbil Residence tempat lana menghembuskan nafas terakhirnya. foto: agus/amok Inilah lokasi proyek Condotel Panbil Residence tempat lana menghembuskan nafas terakhirnya. foto: agus/amok[/caption]

BATAM - Buruh bangunan proyek condotel and residence Panbil Batam yang tewas, Kamis (19/3/2015) lalu ternyata bernama Lana.

 

Hal tersebut diungkapkan Manager Pelayanan Medis RS Camatha Sahidya Panbil, Elvi. Menurutnya saat itu korban diketahui bernama Lana berasal dari Sulawesi.

 

Saat dibawa korban dalam keadaan luka parah cukup tragis. Dari telinga sebelah kiri keluar darah, bahu kiri patah serta lima ruas tulang rusuk sebelah kirinya putus.

 

"Korban juga mengalami luka robek pada bagian kepala belakang," beber Elvi kepada AMOK Group, Selasa (24/3/2015).

 

Elvi mengatakan, saat itu korban masih dapat bergerak. Akan tetapi dalam waktu hitungan detik setelah akan dirujuk ke rumah sakit Awal Bros atas permintaan PT Hadi Jaya Sentosa selaku subkon tempat korban bekerja nyawanya tak tertolong lagi.

 

"Jadi sebelum sempat dirujuk ke Awal Bross, korban langsung menghembuskan nafas terakhir," pungkasnya.

 

Ironisnya, saat kecelakaan kerja tewas tersebut, tidak satu pun pihak kepolisian mendatangi tempat kejadian. Kuat dugaan kasus itu sengaja ditutup-tutupi oleh pihak PT HJS dan pengelola Panbil.

 

Hingga detik ini, John Kennedy selaku pemilik proyek dan aparat Polsek Seibeduk yang dikonfirmasi soal tewasnya korban, belum juga mau memberi keterangan. (red/amok)