EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Saat Mediasi di Disnaker, Pemilik Klinik Vely Batuaji Mencak-mencak

[caption id="attachment_4647" align="alignright" width="290"]Suasana mediasi bipartit empat bidan klinik Vely Batuaji di Disnaker Batam Sekupang. foto: gordon/amok Suasana mediasi bipartit empat bidan klinik Vely Batuaji di Disnaker Batam Sekupang. foto: gordon/amok[/caption]

BATAM – Perundingan bipartit terkait tuntutan empat bidan yang di-PHK sepihak oleh Klinik Vely Batuaji di kantor Disnaker Batam, berlangsung deadlock, Jumat (6/3). Kedua belah pihak belum menemui kata sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

 

Pertemuan itu dimediasi oleh Jalfirman selaku pengawas ketenagakerjaan Disnaker Batam dan diliput media lokal di Batam. Dari pertemuan ini hanya menghasilkan risalah perundingan bipartit yang berisi pendapat kedua belah pihak dengan kesimpulan akan melakukan pertemuan bipartit kedua pada tanggal 11 Maret 2015 mendatang.

 

Dalam risalah tersebut disebutkan pokok masalah yang dilaporkan keempat bidan tersebut yakni PHK sepihak, Tunjangan Hari Natal 1 tahun, Kartu Jamsostek dan upah di bawah UMK.

 

Terkait permasalahan itu ke-4 bidan menuntut agar pemilik Klinik Vely memenuhi hak mereka sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Namun demikian ke-4 bidan ini juga bersedia bermusyarah dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

 

Hal senada juga dikatakan Siti Vera selaku pemilik Klinik Vely. Ia mengatakan akan memenuhi tanggung jawabnya selaku pengusaha. Namun tanggung jawab tersebut harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan saat ini dan berdasarkan penilaian terhadap kinerja masing-masing 4 bidan yang ada. Sedangkan terkait kartu Jamsostek, ia mengakui belum dibuatkan oleh pihak perusahaan.

 

Meskipun kedua belah pihak bersedia menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, perundingan bipartit pertama tersebut belum menemui titik terang dan harus ditunda ke pertemuan berikutnya dikarenakan pemilik Klinik Vely beralasan belum siap dan harus melakukan pembahasan secara internal terkait tuntutan ke-empat bidan tersebut.

 

Bahkan pemilik klinik terkesan menyalahkan para bidan dengan melampiaskan kekesalannya kepada awak media yang memberitakan kasus ini.

 

"Gara-gara kalian ngadu ke media, klinik saya jadi sepi pengunjung," teriak dr Siti Vera Nasution seraya menggebrak meja perundingan. Kondisi itu membuat para bidan menangis sesenggukan lantaran merasa tertekan akibat sikap keras sang mantan bos. (red/amok)