BATAM

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

KARIMUN

Tetap Ingat Allah Meski Sibuk Jaga Keamanan Bandara Hang Nadim

 

BATAM - Padatnya lalu-lintas penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam satu tahun terakhir membuat petugas keamanan bekerja lebih ekstra.

 

Hal tersebut mereka lakukan guna meminimalisir terjadinya tindak kriminalitas seperti pembiuasan, pencopetan, dan tak menutup kemungkinan dari aksi teror bom.

 

Namun di balik padatnya kegiatan pengamanan tersebut, para prajurit Polda Kepri tetap taat melaksanakan kewajiban menunaikan ibadah salat fardu, baik salat lima waktu hingga ibadah salat Jumat.

 

Seperti dilakukan Brigadir Andri Fauzan. Ia memang dikenal seorang polisi taat beribadah. Sebelum muadzin memanggil, pria ini lekas bergegas menuju masjid Darul Huda yang ada di kawasan Bandara Hang Nadim. Begitu tiba Andri langsung mengambil air wudlu.

 

Ia bahkan segera menunaikan salat sunnah dua rakaat lantas duduk dan memanjatkan doa. Entah apa yang diminta dari prajurit rendahan seperti dirinya tersebut, yang jelas terpancar harapan kariernya cemerlang dan dapat dibanggakan oleh keluarga dan institusinya.

 

Duduk shaf di tengah, wajahnya memancarkan aura cerah penuh keteduhan. Maklum saja sebagai seorang polisi ia memang dituntut menjadi pengayom dan pelindung. Meski kini institusinya tersebut tengah jadi sorotan publik lantaran bertindak arogan kepada masyarakat sipil sebut saja kasus ibu penemu beras plastik di Bekasi yang diintimidasi oleh penyidik.

 

Tidak seperti polisi lainnya, Andri lebih senang menyendiri dan memilih berdiam dengan hikmad mendengarkan ceramah dari khatib Jumat.

 

Usai salat Jumat, Andri bergegas menuju pos penjagaan di bandara. Banyak harapan masyarakat kepadanya terutama dalam pencegahan tindak perdagangan manusia (human trafficking). Pasalnya bandara Hang Nadim selama ini dikenal sebagai surga penyelundup bagi TKI ilegal. Hampir setiap harinya ada ratusan TKI yang datang maupun pergi.

 

Celakanya informasi yang didapat, Kapolsek Bandara Iptu Tommy Palayukan diduga menerima upeti dari tekong TKI. Setiap kepala ia menerima jatah Rp100 ribu. Namun saat dikonfirmasi yang bersangkutan belum bersedia merespon. (red/david)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *