EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Diduga Gara-gara Tak Diberi Uang Tip, Oknum DKP Batam Ogah Angkut Sampah

 

 

[caption id="attachment_8199" align="alignleft" width="290"]Warga membuang sampah di penampungan. Sudah 10 hari sampah di Komplek MKGR Kibing tak diangkut. foto: kepriupdate Warga membuang sampah di penampungan. Sudah 10 hari sampah di Komplek MKGR Kibing tak diangkut. foto: kepriupdate[/caption]

BATAM - Ibarat kata habis gelap datanglah malam, beginilah masalah persampahan di kota Batam. Padahal Pemko telah menganggarkan puluhan milyar untuk mengatasinya.

 

Seperti dialami warga Komplek MKGR Kibing Batuaji. Sudah hampir dua pekan, petugas kebersihan tak mengangkut sampah di pemukiman mereka.

 

Akibatnya tumpukan sampah terus menggunung. Selain tak sedap dipandang mata, kondisi tersebut juga menyebabkan aroma busuk menyengat.

 

"Bau sampah bikin banyak lalat masuk ke rumah. Anak saya juga jadi sakit dibuatnya," ujar Leny warga Blok A, Kamis (11/2/2016).

 

Ketua RT 7 MKGR mengaku tak bisa berbuat banyak dengan ketidakprofesionalan petugas DKP Batam.

 

"Kalau seperti inikan tidak baik. Pak wawa Rudi, tolong angkut sampah di tempat kami. Warga kami juga ingin hidup sehat," pinta Wawan.

 

Sementara para warga lainnya mengaku pernah mendengar langsung pernyataan petugas DKP bernama Ucok, bahwa mereka kesal dengan Ketua RW 07 MKGR lantaran tidak memberi uang tips Rp150 ribu per bulan.

 

"Iya, infonya seperti itu. Dia bilang kalau di tempat lain mereka selalu dapat tips dari Ketua RW," ujar seorang ibu rumah tangga lainnya. (man)