EKONOMI

POLITIK

BATAM

BINTAN

KARIMUN

Banyak Pengangguran, Pasar Ponsel Batam Melempem

 

 

[caption id="attachment_8467" align="alignleft" width="290"]Pasar ponsel Lucky Plaza di Nagoya Batam banyak tutup. foto: alfie/kepriupdate Pasar ponsel Lucky Plaza di Nagoya Batam banyak tutup. foto: alfie/kepriupdate[/caption]

BATAM - Menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat harga handphone ikut melambung. Akibatnya kini tidak banyak lagi kelihatan pembeli di Lucky Plaza Nagoya Batam.

 

Selain dolar mahal, sepinya pembeli hanphone di pusat perbelanjaan ponsel terbesar di Batam tersebut diakibatkan daya beli masyarakat terus merosot akibat banyaknya pengangguran.

 

Semenjak galangan kapal banyak gulung tikar dan investor hengkang dari Batam ke Vietnam dan Malaysia, kini ratusan ribu warga di kota berjuluk Segantang Lada ini jadi pengangguran.

 

Harga dolar tinggi ini membuat handphone kian mahal. Para pedagang pun mengeluhkan omset mereka menurun.

 

"Biasa bisa menjual 7 unit per hari, sekarang jual satu unit saja sudah susah," ujar Awan, pedagang di Lucky Plaza kepada kepriupdate.com, Selasa (1/3/2016).

 

Meski ada banyak handphone keluaran versi terbaru, namun hal ini tidak mempengaruhi minat konsumen. Pembeli lebih memilih handphone bekas yang harganya di bawah Rp500 ribu.

 

Akibat sepinya pembeli, beberapa pedagang bahkan meliburkan karyawannya dan menutup toko.

 

"Biasa dibuka lagi kalau sudah bulan muda," tuturnya. (alfie)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *