EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Begini Langkah BP Batam Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang


BATAM - Kondisi 6 waduk air bersih yang ada di Kota Batam semakin kritis akibat kemarau. Jika tidak ada hujan dalam waktu dekat dipastikan kota ini terancam krisis air.

Salah satunya waduk terbesar Duriangkang yang airnya sudah minus 3,06 meter. Mengantisipasi hal itu, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan mengatakan, akan melakukan langkah-langkah emergency.

“Pertama kami akan bekerjasama dengan TMC BPPT (teknologi modifikasi
cuaca Badan Pengkajian Penerapan Teknologi). Ini dimulai dari MoU, lalu kajian pemilihan teknologi hujan buatan dengan estimasi biaya Rp 100 juta,” kata Binsar, Kamis (5/3/2020).

Binsar menyebut untuk pelaksanaan kajian hujan buatan tersebut memakan waktu selama 14 hari kerja, dilanjutkan pelaksanaan hujan buatan 1 tahun.

“Kami juga akan terus berkoordinasi
dengan Meteorologi Batam untuk
mengetahui prediksi curah hujan di
setiap bulan. Serta pelaksanaan do'a bersama di setiap unsur masyarakat seperti rumah ibadah (pemuka agama), sekolah-sekolah dan kantor-kantor,” katanya.

Alternatif lain selain penggiliran air, BP Batam juga akan melakukan pemompaan air baku dari waduk Tembesi ke waduk Muka Kuning yang berjarak 2,9 km, debit 600 4/4, pompa 2 x 300 4/4.

“Jarak terdekat sudah disurvey (perkiraan 2.9 km). Perkiraan waktu pelaksanaan 2 bulan. Pengadaan pipa © 800mm, konstruksi perkiraan biaya Rp 45,7 miliar dimana harga sudah termasuk pipa, pompa, PLN, genset, ponton dan aksesoris,” pungkas Binsar.