KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Imbas Corona di Batam, Ojol Hingga Pengusaha Menangis Darah


BATAM - Sudah hampir dua pekan imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah berlalu. Bahkan kini liburan sekolah diperpanjang hingga April mendatang.

Walhasil banyak warga ogah bepergian dan memilih tetap di rumah untuk memutus mata rantai virus corona China. Sebagian warga sadar akan kesehatan dan keselamatan keluarga tercinta lebih utama.

Namun hal tersebut rupanya membuat sengsara mereka yang menggantungkan hidup dari bisnis dan jasa sektor informal. Seperti para pedagang sayur-mayur, pedagang kuliner, konter handphone, ojol, jasa pangkas, supir taxi hingga warung kopi.

“Pemerintah Kota Batam menutup pasar kaget untuk sementara, kita bingung mau jualan di mana,” ujar Butet, Jumat (27/3/2020).

Senada dengannya, Solah, pemilik warung kopi di bilangan Batuaji pun mengeluhkan sepinya pengunjung. “Kalau seperti ini terus bisa bangkrut,” keluhnya.

Kenyataan memilukan juga dirasakan para abang ojek online alias Ojol. Mereka tak berdaya dengan kondisi sepinya penumpang.

“Sejak pagi sampai sore ini saya baru dapat satu penumpang. Semua teman-teman begitu, mau makan apa keluarga saya kalau seperti ini,” ujar Agus.

Kondisi berdarah-darah lainnya dialami pemilik konter-konter handphone di sejumlah mall di Batam. Mereka terpaksa merumahkan karyawan lantaran sepi pengunjung.

“Selain harus tanggung karyawan, biaya sewa konter tetap berjalan tidak ada kelonggaran. Kepada pemerintah daerah dan pusat tolong kasih kami solusi, bisa mati bila seperti ini terus,” kata Dezo.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *