KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Corona Terkendali, Jerman Kembali Buka Sekolah dan Perniagaan


BERLIN - Kabar gembira datang dari Jerman yang mulai kembali membuka sejumlah kawasan niaga hingga sekolah setelah menerapkan pembatasan pergerakan karena virus corona sejak Maret lalu, Senin (20/4/2020).

Sejumlah toko bunga hingga retail fesyen mulai beroperasi kembali setelah pemerintahan Kanselir Angela Merkel mengizinkan usaha yang memiliki toko seluas hingga 800 meter untuk kembali beroperasi.

Jerman juga akan kembali membuka sekolah-sekolah secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Sebagian besar sekolah akan mulai menerima siswa senior mulai 4 Mei mendatang.

Jerman memang telah mengumumkan akan melonggarkan sejumlah kebijakan pembatasan pergerakan pada pekan lalu.

Merkel berharap pelonggaran pembatasan pergerakan ini bisa secara bertahap memulihkan perekonomian Jerman yang cukup terdampak wabah corona.

Jerman secara resmi memasuki masa resesi pada pekan lalu. Meski begitu, seluruh 16 negara bagian di Jerman akan melakukan pelonggaran pembatasan secara mandiri dan bertahap.

Sebagai contoh, penerapan pelonggaran pembatasan pergerakan di Ibu Kota Berlin akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi dibandingkan kota-kota lainnya.

Pelonggaran ini dilakukan Merkel setelah angka penularan corona di Jerman berdasarkan Institut Kesehatan Publik Robert Koch telah menurun.

Dikutip AFP, hal itu mendorong Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengumumkan bahwa pemerintah berhasil "mengendalikan virus".

Meski telah melonggarkan beberapa kebijakan pembatasan pergerakan, Merkel menegaskan bahwa aturan menjaga jarak sosial atau social distancing akan tetap berlaku sampai 31 Agustus mendatang.

Aturan itu mencakup larangan berkumpul termasuk untuk acara keagamaan. Kafe, restoran, bar, bioskop, dan gelanggang konser juga akan tetap ditutup.

Pada 29 April lalu, para kepala dinas pendidikan di seluruh negara bagian Jerman telah merilis langkah-langkah agar pelaksanaan social distancing tetap bisa diterapkan ketika sekolah mulai beroperasi lagi.

Per Senin (20/4), Jerman tercatat memiliki 145.743 kasus corona dengan 4.642 kematian.

Jerman telah dipuji sebagai salah satu negara yang sukses menangani penyebaran pandemi corona meski masuk peringkat lima sebagai negara dengan kasus tertinggi di dunia.

Pujian itu muncul lantaran Jerman dianggap menjadi negara dengan tingkat kematian akibat corona yang rendah.

Jumlah kematian, adalah salah satu ukuran yang paling penting untuk menentukan bagaimana perkembangan suatu negara dapat menanggulangi virus.

Sejumlah ahli mengatakan rendahnya tingkat kematian di Negeri Panser disebabkan oleh cakupan pengujian yang dilakukan secara luas.

Direktur Insitute Epidemiologi University Dietrich Rothenbacher mengatakan strategi pengujian yang diterapkan Jerman jauh lebih luas dibandingkan negara-negara yang juga berjuang melawan penyebaran virus corona, bahkan dibandingkan Italia dan Spanyol.

Pengujian dilakukan hingga ke tingkat negara bagian dan pelosok daerah, diikuti oleh perusahaan-perusahaan swasta yang bergerak cepat memproduksi sekitar 1,4 juta alat tes massal.

Selain itu, Jerman juga dapat memberlakukan aturan pembatasan lebih cepat dan akurat karena pengujian luas tersebut.


sumber : cnn Indonesia

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *