KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Pariwisata Batam Aman Dikunjugi Turis Asing di Tengah Pandemi Covid-19

 


BATAM - Meski ikut terpukul akibat dampak Covid-19, pariwisata Batam kini berusaha bangkit untuk menarik kembali sebanyak mungkin wisatawan mancanegara.

Hal tersebut terungkap dalam bincang santai dengan menghadirkan nara sumber kompoten di sektor pariwisata, dalam iven bertajuk “Nomanic Community Fiesta” yang dihelat oleh BP Batam bersama Batam Tourism Promotion Board, di Taman Rusa BP Batam, Sekupang, Sabtu (31/10/2020) pagi.

Pemerintahan di Batam bersama stakeholders pariwisata bertekad untuk membangkitkan lagi gairah wisata. Tentunya dengan menerapkan disiplin CHSE protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19, salah satunya di sektor pariwisata.


Bangkitnya kembali pariwisata Batam makin terbuka lebar setelah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri meluncurkan Travel Corridor Agreement (TCA) bagi warga negara Indonesia dan warga negara Singapura.

Batam, dengan posisinya yang strategis menjadi pintu masuknya wisatawan mancanegara, yang diawal pelaksanaannya dibuka kepada para diplomat, pelaku usaha, pejabat kedua negara, dan pekerja asing yang telah memiliki KITAS dan telah mengantongi izin dari kementerian untuk masuk ke Indonesia.

Dendi mengaku optimis industri pariwisata Batam
bisa bangkit lagi. Sebab kota ini punya beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

"Salah satunya Taman Rusa Sekupang ini," kata Dendi.

Dibangun pada 2003 dan mulai diperkenalkan pada 2009, Taman Rusa BP Batam terus berkembang hingga saat ini. Ini menjadi salah satu pilihan destinasi yang menarik untuk dikunjungi.

Namun Dendi mengingatkan kepada masyarakat Batam agar protokol kesehatan harus betul-betul diterapkan supaya memberikan trust atau kepercayaan pada sektor pariwisata kita. Hal tersebut bisa membuat wisatawan mancanegara akan tertarik untuk datang berkunjung ke Batam.

Dalam kesempatan tersebut juga terungkap jika pemerintah daerah, pelaku pariwisata, serta pihak terkait lainnya di Batam sesungguhnya sudah siap menyambut wisatawan mancanegara jika perjanjian TCA lebih luas lagi.

Seperti yang diungkapkan Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum bahwa, saat ini sudah ada 121 hotel di Batam yang memiliki sertifikat protokol kesehatan. Jumlahnya ke depan akan semakin meningkat. “Jadi pemerintah tak menunjuk di hotel mana turis akan menginap, tapi mereka bisa cari dan pilih sendiri,” ungkap Syamsul.

Bahkan, untuk membuktikan langsung di lapangan, Syamsul mengunjungi sendiri destinasi termasuk hotel untuk merasakan protokol kesehatan. “Saya ingin melihat langsung, saya memilih nginap di hotel untuk membuktikan apakah protokol kesehatan betul-betul diterapkan atau tidak,” katanya.

Dia berharap hotel yang sudah mendapatkan sertifikat agar benar-benar menerapkan sesuai dengan standar protokol kesehatan. “Ini sangat penting agar wisman yang datang semakin percaya dan merasa aman dan nyaman berkunjung ke Batam,” ungkap Syamsul.

Di tempat sama, Kadisparbud Batam, Ardiwinata mengatakan bahwa Pemko Batam sangat siap dalam menerapkan protokol kesehatan dalam bidang pariwisata atau lebih dikenal dengan clean, healty, safety, environment (CHSE), yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup dalam tempat-tempat wisata untuk memastikan keamanan wisatawan.

Andy Fong, GM Batam View Resort mengakui Covid-19 membuat sektor pariwisata terpuruk, termasuk tempat usahanya. Namun, hal itu tak membuat mereka putus asa. Di masa-masa inilah kata Anddy, memberi mereka kesempatan untuk membuat perencanaan dan mengevaluasi hasil-hasil kerja selama ini.

“Covid ini kita ambil positifnya. Bagaimana Covid ini meminta kita kembali ke hal-hal dasar. Terutama kebersihan,” kata Anddy.

Dia pun sudah mulai meyakinkan agen-agen perjalanan wisata di luar negeri bahwa Batam aman untuk dikunjungi. “Memang yang mereka tanya pertama adalah safety, keamanan (Covid) di Batam. Saya bilang Batam aman,” kata Anddy.

GM Palm Spring and Resort, Steven Japari, mengatakan Palm Spring and Resort juga sudah menerapkan protokol kesehatan di semua lokasi destinasi. Pihaknya menerapkan hal tersebut untuk meyakinkan wisatawan bahwa Batam, khususnya Palm Spring and Resort siap untuk dikunjungi.

Namun, kata Steven dari informasi yang dia terima jika perjalanan wisata umum dibuka tapi aturan di Singapura tidak diperlonggar maka juga akan membuat wisatawan dari Singapura untuk berpikir ke Batam.

“Beratnya pulang ke Singapura. Dua minggu karantina di Singapura, biaya sendiri. Tapi biaya saya rasa tak masalah, namun lama karantina itu,” ujarnya.
Sementara, Binsar Tambunan, Direktur Badan Usaha dan Fasilitas BP Batam, yakin dengan persiapan-persiapan itu Batam sudah siap menyambut wisatawan asing bila pintu itu kembali dibuka.

Keyakinan yang sama juga disampaikan Chairman Batam Tourism Promotion Board (BTPB), Rahman Usman. Dengan berbagai persiapan itu, tak menutup kemungkinan Batam bisa mengalahkan Bali.

“Apalagi nanti jika ada penerbangan lansung dari berbagai negara itu, efeknya akan sangat luar biasa,” ujarnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *