KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Amran : Peningkatan SDM dan Revitalisasi Terminal Penumpang Bandara Hang Nadim Jadi Prioritas



BATAM - Direktur Badan Usaha Bandar Udara Teknologi Informasi dan Komunikasi (BUBU TIK) Amran memaparkan visi yang akan direalisasikan dalam mengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Diantaranya meningkatkan SDM serta merevitalisasi terminal penumpang yang usianya telah menginjak 27 tahun (1994).

 "Ada tiga poin untuk mencapai itu, pertama menyediakan sarana dan prasarana terminal penumpang dan kargo. Kedua meningkatkan daya saing bandar udara melalui peningkatan SDM yang unggul dan ketiga memberikan pelayanan prima yang memenuhi standar keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jasa kebandarudaraan,"  ujar Amran kepada Media dalam acara Coffee Morning di Marketing Center BP Batam, Rabu (10/2/2021). 

Amran menjelaskan khusus poin kenyamanan bagi pengguna jasa kebandarudaraan tidak ada regulasi yang mengaturnya. Pihaknya tidak bisa mengendalikan suatu kelompok, lembaga atau organisasi semisal promosi tiket pesawat namun justeru mengecewakan penumpang.

"Masalah kenyamanan ini wani piro. Ada rupa ada harga. Tapi untuk keamanan dan keselamatan penerbangan itu wajib bagi kami selaku pengelola bandara memenuhinya, karena kita terikat aturan dunia," jelasnya.

Sementara dalam upaya merevitalisasi bandara Hang Nadim, Amran mengatakan bahwa dua konsorsium BUMN sudah menyampaikan penawarannya kepada BP Batam. Pihaknya menargetkan bisa secepat mungkin ditentukan pemenangnya sehingga tahun ini bisa dimulai pembangunannya

"Rencana KPBU dalam waktu dekat yakni pengembangan terminal penumpang 1 dan pembangunan terminal penumpang 2. Jadi, sepertiga lahan di Bandara Hang Nadim Batam ini akan dikembangkan oleh konsorsium pemenang tender nantinya,” terang Amran.

Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Inisiatif Strategi dan Manajemen Risiko BP Batam, selaku Wakil Ketua Panitia Lelang, Tumirah, mengatakan kegiatan Penyampaian Dokumen Penawaran Proyek KPBU Bandara Hang Nadim tersebut merupakan salah satu tahapan, di mana para peserta lelang menyerahkan dokumen penawaran kerja sama.

Tercaatat, ada dua konsorsium besar yang tengah bersaing untuk memenangkan proyek pengembangan bandar udara di Kota Batam tersebut. Diantaranya didominasi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Pertama adalah konsorsium Batam, terdiri dari PT Angkasa Pura II, PT Adhi Karya, Egis Project S.A., dan Engie South East Asia. Sedangkan peserta lelang kedua adalah, konsorsium PT Angkasa Pura I, dimana di dalamnya terdapat Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya. (osn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *