![]() |
| Walikota sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad memberi sambutan pada Musrenbang Kelurahan Tembesi Sagulung |
BATAM - Pemerintah Kelurahan Tembesi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rabu malam 7 Januari 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Masjid Al-Amin, Bundaran Simpang Barelang ini menjadi rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2027.
Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad, didampingi Camat Sagulung Muhammad Arfie Eranov. Turut hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tri Wahyu Rubianto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertamanan Kota Batam Eryudhi Apriadi serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.Hadir juga Sekretaris Kecamatan Sagulung, lurah se-Kecamatan Sagulung, RT dan RW, tokoh masyarakat, Babinsa, kader Posyandu, kepala sekolah SD dan SMP, Ustadz Nur Huda selaku Imam Masjid Al-Amin, Ketua Yayasan Masjid Al-Amin.
Lurah Tembesi M Dayatul Tarmizi memaparkan sepuluh usulan prioritas untuk RKPD Tahun 2027 meliputi pembangunan Gedung Puskesmas, semenisasi lapangan upacara SDN 014 dan SDN 002, revitalisasi ruang kelas dan plafon SDN 018, pembangunan ruang kelas baru SMPN 59 dan SDN 019, pembangunan toilet sekolah SMPN 37, pembangunan gedung sanggar seni SMPN 35, pembangunan pagar SDN 015 Sagulung, serta peningkatan dan pembangunan jalan di wilayah Tanjung Gundap RW 001.
Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad menegaskan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari mekanisme sistem perencanaan pembangunan nasional yang mengombinasikan pendekatan bottom-up dan top-down. Ia menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan harus melalui tahapan yang jelas, mulai dari Pra Musrenbang, Forum Konsultasi Publik, Musrenbang Kelurahan, hingga Musrenbang Kecamatan dan Kota.
Wali Kota juga menekankan pentingnya penyusunan skala prioritas secara objektif dengan mengutamakan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan berdasarkan kepentingan kelompok atau wilayah tertentu. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor yang harus dipahami bersama sehingga tidak semua usulan dapat terakomodasi.
Selain membahas perencanaan pembangunan, Amsakar turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Tembesi atas kepedulian dan partisipasinya dalam penggalangan donasi bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebutkan, total bantuan yang berhasil dihimpun dari pemerintah dan masyarakat Kota Batam hampir mencapai Rp15 miliar.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, saya akan berangkat langsung mengantarkan bantuan tersebut pada hari Kamis pagi 8 Januari 2026 bersama Wakil Wali Kota Batam, Forkopimda Kota Batam, Kapolda Kepri, Kabinda Kepri, serta Danko Daral IV, sekaligus menyampaikan salam dan dukungan masyarakat Batam kepada warga terdampak bencana di tiga provinsi tersebut," katanya.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat mendekati target 7 persen, penurunan angka kemiskinan dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus meningkat hingga mencapai 83,80.
"Melalui forum ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, menghindari hal-hal kontraproduktif, serta berkontribusi positif demi mewujudkan pembangunan Kota Batam yang berkelanjutan," pungkasnya. (thr)
Editor: teguh



