EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Sebulan, 800 Pengangguran Baru Tercatat di Sagulung Batam

 

 

BATAM – Jumlah angka penganguran di Kota Batam kian hari semakin membludak. Selain banyak perusahaan tutup juga dipengaruhi maraknya tenaga kerja asing.

 

Salah satu bukti banyaknya pengangguran terlihat di Unit Intelkam Polsek Sagulung. Sebab tempat tersebut merupakan salah satu unit pelayanan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) sebagai syarat utama melamar pekerjaan.

 

Sugito, salah seorang tenaga pencari kerja menuturkan dirinya membuat SKCK karena ingin mencari pekerjaan. “Sudah tiga bulan nganggur di Batam, ini mau urus SKCK mau coba melamar kerja,” ujarnya.

 

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan mengatakan, rata-rata perharinya jumlah warga yang melakukan pengurusan SKCK di wilayah hukumnya mencapai 30-40 orang.

 

“Kalau kita jumlahkan dalam waktu satu bulan bisa mencapai  lebih dari 800 orang pengangguran tercatat di Kecamatan Sagulung, entah kalau di kecamatan lain,” tuturnya.

 

Jumlah tersebut membuktikan real betapa bayaknya angka penganguran di Batam. Terlebih lapangan kerja kian menipis seiring tidak menariknya Batam di mata investor asing.

 

Celakanya pengangguran di Batam saat ini diperparah dengan maraknya perusahaan asing yang mempekerjakan buruh dari negara mereka masing-masing. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Batam Ricky Indrakari.

 

“Perusahaan asing banyak memperkejakan warga negara mereka sendiri, padahal kerjaannya hanya tenaga operator,” ujar Ricky belum lama ini.

 

Kapolsek Sagulung mengkhawatirkan jumlah pengangguran yang terus bertambah di Kota Batam saat ini nantinya akan berpengaruh kepada tingkat kriminalitas.

 

“Kami mengimbau kepada para pelamar kerja agar tetap sabar saat mencari pekerjaan dan tidak terpancing untuk melakukan tindak pidana kejahatan yang akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain,” imbuhnya. (alfie)