BATAM

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

KARIMUN

Nilai Investasi Asing di Batam Tunjukkan Tren Positif


BATAM - Nilai investasi selama triwulan pertama di Kota Batam mencapai Rp 691.396.700.000. Tren positif ini dinilai cukup menggembirakan terhadap kinerja tim ekonomi Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi menjelaskan adapun nilai investasi tersebut disumbangkan oleh lima perusahaan asing di antaranya PT. Maruho Hatsujyo Batam ( Jepang-Singapura) dengan investasi Rp 23.388.800.000 ( Rp 23 miliar lebih), bidang usaha Industri Barang dari Kawat. Dan membutuhkan tenaga kerja Indonesia sebanyak 22 orang.

PT. Sammyung Precision Batam (Korea- Singapura) dengan investasi Rp 62.977.500.000 ( Rp 62 miliar lebih) untuk  Industri Semi Konduktor dan Komponen Elektronik Lainnya, membutuhkan tenaga kerja Indonesia sebanyak 80 orang.

Lalu PT. Simatelex Manufactory Batam (China-Hongkong-Kanada-Inggris) dengan investasi Rp 45.030.400.000 ( Rp 45 miliar lebih) untuk Industri Peralatan Listrik Rumah Tangga, Industri Peralatan Elektrotermal Rumah Tangga, membutuhkan tenaga kerja Indonesia (TKI) sebanyak 60 orang.

Kemudian PT. Pegatron Technology Indonesia (Taiwan ) nilai investasi Rp 560.000.000.000 (Rp 560 miliar lebih), bidang Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik, jumlah TKI yang dibutuhkan 1000 orang. Serta GR Enterprize (RRC) untuk Industri Pompa Air yang masih menyiapkan administrasi di negara asal.

Edy juga menjelaskan untuk nilai ekspor dari Batam ke luar negeri diketahui mengalami penurunan hingga US$736,84 juta atau 2,34 persen m to m. Dari jumlah tersebut, ekspor minyak dan gas (Migas) diketahui mendominasi di angka US$377,13 Juta (Februari-Maret 2019) dan disusul dengan ekspor non migas sebanyak US$ 259,71 Juta atau 0,22 Persen m to m.

Untuk ekspor nonmigas terbesar pada bulan tersebut diketahui dalam bentuk barang atau peralatan listrik (HS 85) sebesar US$ 97,06 juta. Sehingga secara kumulatif Januari-Maret 2019 mencapai US$ 305,73 juta, dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 24,62 %.

Sedangkan import pada Maret 2019 diketahui mencapaui US$493,22 juta (naik 29,48 % – m to m), dengan negara pemasok barang impor terbesar pada bulan Januari – Maret 2019 ditempati oleh Singapura dengan nilai US$656,95 juta dengan kontribusi 38,06 persen.

Dan peningkatan ini, menurut Edy menunjukkan adanya investasi terutama barang baku yang digunakan oleh perusahaan yang ada. Dan jika dilihat secara keseluruhan, nilai ekspor yang berdasarkan negara tujuan, Singapura masih menduduki urutan pertama disusul Malaysia, Tiongkok,Spanyol, Belanda, Thailand hingga Bangladesh.

"Kami mencermati ada pasar baru. Yakni ke Kazakhstan dalam bentuk barang konsumsi hingga elektronik dan Swiss dalam bentuk barang-barang konsumsi," bebernya, Selasa (16/4).

Hal menggembirakan pada Kuartal pertama di tahun 2019 juga terlihat dari bermunculannya proyek-proyek baru dari lima perusahaan yang masuk, dengan nilai total investasi mencapai Rp 691 Miliar dan kemampuan daya serap tenaga kerja mencapai 1.162 orang.

“Mereka ini semua adalah pendatang baru dengan berbagai jenis produk dan negaranya. Mulai dari Industri semi Konduktor, komputer, optik hingga industri peralatan elektrotermal,” jelasnya.

Sementara untuk proyek perluasan, tambahnya, tercatat ada nilai investasi yang masuk mencapai Rp1,8 triliun dan penyerapan jumlah tenaga kerjanya mencapai 1.724 orang. “Jadi total penyerapan tenaga kerja dari proyek baru dan perluasan ini mencapai 2.886 orang,” terangnya. (

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *