EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Revitalisasi Batuampar Ditarget Rampung September 2020, Bongkar Muat Bisa 800 Ribu Kontainer per Tahun


BATAM - Batam harus menjadi pemain dan bersaing merebut ceruk pasar logistik transhipment di kawasan Selat Malaka. Untuk itu BP Batam dan perusahaan BUMN PT Pelindo II menjalin kerjasama mengembangkan Pelabuhan Batuampar yang telah MoU pada Januari 2020 lalu.

“Sebagai kawasan strategis, Pelabuhan Batuampar Batam akan dikembangkan sebagai pusat logistik bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dan kerjasama dengan Pelindo II ini atas arahan pemerintah,” ujar Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Rabu (12/2/2020).

Sementara itu Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan Batuampar cukup strategis, akan tetapi kondisi di lapangan belum mampu bersaing dengan Singapura. Utamanya dalam kapasitas bongkar muat serta masih lamanya waktu tunggu pengiriman yang dikeluhkan pengusaha.

“Sudah saatnya Batam jangan terus dipunggungi tapi jadilah pemain. Oleh karenanya kami terpanggil untuk mengelola dengan merevitalisasi dermaga sisi utara Pelabuhan Batuampar yang belum tergarap optimal, sehingga kedepan Batam bisa kompetitif,” ujar Elvyn.

Guna bersaing dengan Singapura, kata pria asal Aceh ini, pihaknya akan bekerjasama dengan operator yang ada di dermaga selatan. Seperti peningkatan kapasitas infrastruktur dan standarisasi peralatan maupun perangkat di pelabuhan.

“Selama ini kapasitas Batuampar hanya mampu menampung 300-500 ribu teus (kontainer), target awal kita setelah operasi September 2020 nanti bisa menampung 600-800 ribu teus per tahun,“ ungkapnya.

Elvyn juga menjelaskan total nilai investasi pengembangan Pelabuhan Batuampar Batam mencapai Rp400 miliar hingga Rp1,5 triliun. Dan diharapkan pada triwulan IV (September) sudah rampung dan siap digunakan.

Direktur Operasi Pelindo II Prasetyadi, menambahkan, pengembagan Pelabuhan Batuampar Batam sepanjang 630 meter itu akan dimulai pada Maret 2020. Dibagi tiga fase pengembangan, yang pertama pendalaman alur, kedua pelebaran dan peningkatan infrastruktur, dan fase tiga adalah pengembangan berkelanjutan.

“Untuk pendalaman alur kita gandeng BUMN PT Wika dengan mengeruk alur dermaga utara menjadi 12 meter yang semula hanya 4 - 10 meteran. Hal ini agar kapal berkapasitas super besar bisa merapat ke Batuampar,” pungkasnya.