KEPRI

NASIONAL

POLITIK

OLAHRAGA

Maknyusnya Es Cendol Nurul Islam "Legendaris" di Batamindo Mukakuning

Samsul, Pedagang Es Cendol Nurul Islam Batamindo melayani pesanan pembeli, Selasa (10/1/2023). Foto: Tgh/Kepriupdate


BATAM - Pepatah lama sering diungkapkan oleh masyarakat pulau berbentuk kalajengking ini adalah bila anda tabah anda menang, bila anda tak tabah anda menangis atau dikenal Batam.


Begitupun bagi para perantau yang pulang kampung, dan sudah minum airnya pasti akan kembali lagi ke Batam. Setelah ditelusuri ternyata air dimaksud adalah Es Cendol Nurul Islam yang legenderis itu.


Es cendol satu ini berbeda dari lainnya. Menyusul gula aren, santan dan tepung semuanya asli tanpa perisa. Tak heran jika es cendol ini selalu diburu oleh warga Batam dari pelosok kota lantaran maknyus dan menghilangkan dahaga serta mengenyangkan.


Samsul, pemilik Es Cendol Nurul Islam mengatakan, usaha tersebut dirintis pertama kali oleh ayahnya bernama Abdul Karim pada tahun 2000 silam di pintu masjid Nurul Islam 1.


"Kebetulan lokasinya dekat sama CC (community centre, red) pusat informasi lowongan kerja PT PT di Batamindo. Nah mereka biasa mampir membeli es cendol ayah," ujar Samsul kepada kepriupdate.com, Selasa (10/1/2023).


Saat itu dirinya mengaku masih berumur 3 tahun. Ayahnya pernah bercerita awal jualan harga Es Cendol Nurul Islam dibanderol Rp1.000 per bungkus / gelas. 


Seiring waktu berjalan, hari demi hari hingga berganti tahun, ditambah pelanggan yang makin ramai, harganya naik menjadi Rp1.500 per bungkus/gelas. Pada 2003-2015 naik lagi menjadi Rp3.000 sampai Rp4.000. 


"Saat saya pegang tahun 2016 sampai 2022 harga es cendol Rp5.000 per bungkus. Dan karena bahan pokoknya seperti gula dan tepung naik tahun ini terpaksa kita naikkan jadi Rp6.000 per bungkus/gelas," ujar pria yang akrab disapa Sam ini.


Sam mengaku sejak CC Batamindo pindah ke depan, pencari kerja jarang mengetahui lokasi es cendol mereka. Diperparah lagi selama pandemi Covid-19, omset berkurang drastis.


"Sebelum Covid omset kami bisa Rp3-5 jutaan per hari. Namun sekarang Rp1 sampai 1,5 jutaan itu pun jika cuaca cerah. Namun sekarang setelah CC pindah, maksimal Rp700 ribu dan minimal Rp500-600 ribuan, ya tetap kita syukuri Alhamdulillah," beber Sam, seraya menyebut bahwa aktivitas sang ayah kini berkeliling dakwah ke pelosok nusantara.(tgh)



Editor : Teguh

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *