EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan 50 Korban Akibat Tanah Longsor di Serasan Natuna

Petugas SAR gabungan dari Brimob, TNI AU dan TNI AD terlihat berusaha mengangkut mayat korban bencana tanah lobgsor di Serasan Natuna. Foto/Brimob


NATUNA - Sampai Selasa, 14 Maret 2023 siang, petugas mencatat jumlah korban jiwa akibat tanah longsor di Pulau Serasan Natuna mencapai 50 orang. Mereka tertimbun tanah longsoran saat sedang melakukan gotong royong membersihkan lumpur.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menerangkan, bencana longsor Natuna terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sejak 25 Februari 2023. Hujan memicu tanah di daerah perbukitan tergerus dan berubah menjadi lumpur di antara aliran arus air yang besar.

Pada 6 Maret 2023 warga sekitar berinisiatif untuk membersihkan lumpur, namun justru terjadi bencana longsor hingga menyebakan puluhan warga Natuna tertimbun tanah.

BNPB mencatat jumlah rumah yang tertimbun longsor mencapai 27 unit rumah dan korban jiwa mencapai 50 orang serta beberapa orang yang masih hilang dan belum ditemukan.

Tidak hanya korban jiwa, jumlah warga yang mengungsi akibat bencana tanah longsor di Natuna juga bertambah menjadi 2.835 orang. Mereka mengungsi di beberapa lokasi, seperti di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Posko Desa Payak, Posko SMAN 1, Posko Pelimpak, hingga Posko Batu Berian.

Sementara itu, sampai sekarang masih terdapat 100 rumah warga yang rusak akibat bencana longsor. Tanah longsoran juga menimbun 1 rumah ibadah, akses jalan sepanjang 1 kilometer, dan 3 tiang listrik tumbang yang mengakibatkan listrik padam total di lokasi kejadian.

Komandan Basarnas Special Group, Elvram mengatakan bahwa upaya SAR dalam melakukan proses evakuasi kian efektif dengan adanya penambahan empat unit alat berat eskavator.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, akan menurunkan alat berat agar jalur yang masih tertutup material tanah longsor di Natuna bisa dibuka. Ia memperkirakan pengerjaan pembukaan akses jalan yang terputus ini selama dua hari.

"Kementerian PUPR akan membuka jalan itu paling lama dua hari. Yang longsor itu kan tertutup jalannya, kurang lebih (sepanjang) 150 meter ini akan diupayakan dalam dua hari sudah bisa tembus," jelasnya.

Setelah akses jalan sudah terhubung, lanjut Suharyanto, maka petugas akan melanjutkan penanganan bencana longsor dengan memasang tiang-tiang listrik dan melakukan pemulihan agar kebutuhan kelistrikan segera normal normal.(alf)






Editor : Teguh