EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Evakuasi Mayat Eri Yunanto dari Kawah Merapi Terkendala Medan Ekstrem

[caption id="attachment_5711" align="alignleft" width="290"]Kawah gunung Merapi tampak mengeluarkan gas sulfatara. foto: istimewa Kawah gunung Merapi tampak mengeluarkan gas sulfatara. foto: istimewa[/caption]

YOGYAKARTA - Meski menghadapi medan ektrem, Tim SAR akhirnya mulai mengangkat jenazah Eri Yunanto (21), mahasiswa Atmajaya Yogyakarta yang tercebur ke dalam kawah gunung Merapi.

 

"Evakuasi sudah dimulai sejak tadi jam 6.00 WIB. Saat ini sedang dalam proses pengangkatan," kata SAR Mission Coordination Kurniawan Fajar Prasetyo, Selasa (19/5/2015).

 

Fajar menjelaskan, hingga tadi malam tim SAR sudah berhasil mengangkat tubuh Eri sejauh 40 meter. Kini, tim tinggal melanjutkan upaya yang telah dilakukan sejak kemarin.

 

"Ini tinggal meneruskan saja, tapi saya belum dapat laporan sudah seberapa jauh diangkatnya," jelas Fajar.

 

Untuk melakukan evakuasi, tim SAR menghadapi medan yang sulit, suhu dan gas beracun di kawah. Suhu yang tinggi selalu dipantau agar mempermudah jalannya evakuasi.

 

Kawah Merapi berupa tanah bercampur bebatuan dan pasir yang kondisinya gembur. Jika diinjak ambles serta banyak hembusan solfatara, sehingga di samping panas juga terdapat gas yang harus diperhatikan oleh tim yang turun ke kawah. Jika temperaturnya sangat panas, tabung oksigen yang dibawa tim ke bawah bisa pecah yang bisa sangat membahayakan tim penolong.

 

Untuk menuruni tebing kawah yang sangat terjal, tim menggunakan tali. Tali itu pun rawan putus jika tidak tahan temperatur di dalam kawah. Ditambah lagi kondisi bebatuan di puncak Merapi yang labil dan mudah longsor. (red)

sumber: detik.com