EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Ngaku Pencari Suaka Ternyata Traveller Kehabisan Visa

 

BATAM - Kepala Kantor Kelas 1 Imigrasi Batam Agus Widjaja mengungkapkan saat ini banyak modus yang dilakukan para pencuari suaka di Indonesia. Salah satunya adalah berpura-pura sebagai pencari suaka namun kenyataannya sebagai turis pelancong yang kehabisan visa di negeri lain.

 

Kondisi terjadi di hampir seluruh kantor imigrasi di wilayah perbatasan. Dilihat dari visa pencari suaka, sebagian dari mereka adalah traveller atau pelancon sebab banyak cap imigrasi dari negara lain yang ditemukan di paspor mereka.

 

"Namun ketika pencari suaka berada di Batam, mereka meminta dikembalikan ke negaranya padahal data mereka bukanlah pencari suaka," ungkap Agus Widjaja, Rabu (30/3/2016).

 

Dari informasi yang dikorek dari para pengurus pencari suaka yang ada, ternyata mereka mendapat informasi dari Malaysia, bahwa pelayanan pencari suaka di Indonesia sangat bagus.

 

"Jadi di Malaysia mereka ditolak lalu mereka berpura menjadi pencari suaka ke Indonesia. Ini modus untuk menghindari jeratan hukum berupa deportasi kalau mereka telah kehabisan visa," pungkasnya.

 

Saat ini dari catatan Kabid Wasdakim Rafli, jumlah para pencari suaka di Batam sebanyak 31 orang. Mereka semuanya ditampung di taman aspirasi Batam Centre.

 

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Batam Nyangnyang Haris Pratamura mendesak Pemko Batam untuk memprketat masuknya para pencari suaka, karena dikhawatirkan jumlahnya akan terus membengkak dan berbahaya bagi stabilitas keamanan dalam negeri. (alfie)