EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Surga Tersembunyi Pulau Akar Menyuguhkan Panorama Bebatuan Berusia 150 Tahun

Destinasi wisata Pulau Akar di Natuna menyuguhkan pemandangan amat menakjubkan, Rabu (30/11/2022). Foto : Alfi


Berbicara tujuan wisata, Kabupaten Natuna sudah tidak diragukan lagi. Keindahan alam yang didominasi dengan pulau, pantai, hingga taman bawah lautnya tampak sangat indah.


Pulau Akar merupakan pulau kecil yang tersembunyi di Laut Natuna. Pulau ini ditumbuhi pohon langka serta bebatuan vulkanik yang berusia ratusan tahun.


Pulau Akar memiliki luas sekitar 250 meter persegi. Letaknya di ujung dermaga Desa Cemaga atau 40 menit dari Ranai, ibukota Kabupaten Natuna.


Saat tiba, saya pikir Pulau Akar tampak seperti pulau yang ditimbun oleh manusia. Karena kecil dan penuh dengan batu. Dan di Pulau ini ditumbuhi pepohonan kerdil dan memiliki akar di antara celah bebatuan.


Fungsi pohon tersebut sebagai penghalang dari terjangan ombak. Pepohonan itu merupakan jenis stigi atau centigi, yakni pohon yang dilindungi oleh pemerintah karena sudah langka.


Selain pepohonan, Pulau Akar dipenuhi dengan bebatuan hitam yang tersusun di pantai yang kontras dengan air laut berwarna biru. Konon, bebatuan tersebut berasal dari letusan gunung merapi yang diperkirakan berusia 150 tahun. Inilah yang menjadi daya tarik Pulau Akar.


Menariknya para pengunjung tidak dikenakan biaya di sini. Tapi harus menjaga kebersihan karena pulau ini masuk sebagai salah satu geosite geopark Natuna.


Pulau Akar juga menyediakan beberapa gazebo yang bergaya minimalis untuk tempat beristirahat sambil menikmati panorama sekitar pantai. Gazebo di tepi pantai ini tetap bisa tampil secara alami karena menyatu dengan lingkungan yang ada.


Di bagian belakang Pulau Akar terdapat pulau yang sangat indah yakni Pulau Kukup. Dihiasi dengan gradasi warna air yang sangat memesona seakan mengajak untuk berenang disana.


Puas menikmati keindahan Pulau Akar, pengunjung dapat kembali ke destinasi wisata lainnya. Salah satunya ke Pantai Batu Kasah yang tak kalah menarik dari Pulau Akar. (alf)


Editor : Teguh