EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Mobil Tua Jangan Asal Ganti Oli, Akibatnya Fatal Bikin Performa Mesin Loyo

Seorang mekanik Bengkel Cipta Batam terlihat memperbaiki mobil yang turun mesin. (Foto : Par/Kepriupdate).


BATAM - Merawat mesin mobil tua gampang-gampang susah. Banyak anggapan Anda perlu mengganti oli mesinnya dengan yang lebih kental dari bawaannya. 

Mitos itu dilakukan agar mobil yang sudah digunakan bertahun-tahun, tidak keausan di bagian mesinnya. Namun apa benar anggapan tersebut?

Anto, Owner Bengkel Cipta Batam mengatakan, anggapan tadi merupakan salah kaprah. Sebab walau mobil sudah tua tapi spesifikasi olinya tetap sama, karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan mesinnya.

“Misalnya mobil sudah 20 tahun, tadinya pakai oli 20W terus diganti dengan yang lebih kental (40W) jelas itu ngaco," ucap Anto, Rabu (16/2/2023).

Menurut dia, jika alasan menaikkan tingkat kekentalan oli agar mencegah keausan pada mesin, hal itu justeru membuat mesin menjadi loyo. 

"Tidak bisa sembarang ganti oli, jika spesifikasinya encer ya harus pakai oli encer. Supaya performa mesin tetap terjaga," ujarnya. 

Masih kata Anto, jika mesin tua pakai oli encer jadi cepat habis, itu memang benar. Tapi dengan mengganti oli dengan yang lebih kental, tidak menyelesaikan masalah keausan di ruang mesin.

"Memang mengganti oli yang lebih kental akan membuat mesin lebih halus, tetapi tenaganya tidak ada. Kalau ingin halus kita bawa ke bengkel resmi supaya mesinnya distandar ke pabrik," pungkas Anto.(par)





Editor : Teguh