KEPRI

NASIONAL

EKONOMI

POLITIK

SPORT

Virus Corona Bikin Bawang Putih Meroket Tajam di Kota Batam


BATAM - Sudah hampir satu bulan pandemic virus corona berasal dari Wuhan Huebei China mengguncang dunia. Para ilmuwan dan ahli virus belum mampu membuat anti virusnya.

Catatan WHO (badan kesehatan dunia)  lebih dari 700 orang tewas. Kebanyakan dari Kota Wuhan ibu kota Huebei, China.  Satu korban tewas di Hongkong dan satu lagi terjadi di Filipina. Sementara lebih dari 26 ribuan orang di seluruh dunia telah terpapar corona.

Negara yang melaporkan suspect corona di luar China antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Jepang, Australia, Amerika, Canada, Prancis dan lainnya. Hebatnya Indonesia yang punya 270 juta penduduk dan telah dikunjungi 2 juta turis China belum ada laporan corona  ke WHO.

Pihak otoritas kesehatan Indonesia menyatakan telah siap antisipasi corona. Salah satunya menyiapkan rumah sakit rujukan bagi orang yang dicurigai suspect virus mematikan tersebut.

Tidak saja mengakibatkan korban jiwa, dampak virus corona juga membuat ekonomi China tumbang. Sedikitnya Rp5800 triliun menguap di bursa efek negeri tirai bambu tersebut. Begitu pun sektor wisata merugi Rp3 triliun lebih seperti yang dilaporkan Disneyland Shanghai.

Imbas virus corona juga menyebkan perdagangan ekspor China tersendat. Alhasil harga bawang putih impor di Batam meroket tajam hingga 50 persen.

"Biasanya kita beli sekilo Rp30 ribu, tapi sekarang udah Rp60 ribu," kata Syahrul, pedagang nasi padang di bi Batuaji.

Kondisi mahalnya bawang putih ini juga sangat dirasakan para ibu rumah tangga. Biasa mereka membeli seperampat Rp7 ribu tapi sekarang Rp15 ribu.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *